Fiskal & Moneter
JK: BBM Tak Naik Defisit APBN-P 2008 Capai 4,5%
Sabtu, 10 Mei 2008 - 11:16 wib
Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 12/05/2008 13:05
70% BBM Bersubsidi Dinikmati Orang Kaya -
Senin, 12/05/2008 11:05
Boediono Inginkan Harga Sembako Wajar -
Sabtu, 10/05/2008 17:05
Berhemat, Pemda Tunda Pembangunan -
Sabtu, 10/05/2008 15:05
BBM Naik, 250 Naker Bisa Di-PHK -
Sabtu, 10/05/2008 14:05
BLT Plus Baru Dinikmati 6 Kota -
Sabtu, 10/05/2008 12:05
Subsisi BBM Bisa Bengkak Rp300 T -
Sabtu, 10/05/2008 10:05
Harga Minyak Pecahkan Rekor USD126 -
Jum'at, 09/05/2008 17:05
Perekonomian Daerah Terhambat Perda -
Jum'at, 09/05/2008 15:05
BI Rate Naik 250 Bps, Moneter Aman

"Kalau tidak dinaikkan kita harus potong biaya pendidikan dan biaya jalan. pemerintah bukan ingin membuat susah orang. Kita tahu inflasi akan naik," kata Wapres saat meresmikan Recapital Building di Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Sabtu (10/5/2208).
Perhitungannya, sekira 80 persen BBM digunakan orang mampu. "Sisanya, 20 persen memang kebutuhannya naik, maka sebagian yang naik itu kita kasih. Rp 100.000 kalau kita hitung. Mari kita buat keadilan. Konteks tidak naik lebih menyusahkan daripada tidak menaikkan," jelasnya.
Saat ini pemerintah mematok defisit dalam APBN-P 2008 mencapai 2,1 persen dari PDB atau Rp88,1 triliun. (rhs)


