Fiskal & Moneter
BBM Naik, 250 Naker Bisa Di-PHK
Sabtu, 10 Mei 2008 - 15:13 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Hasil Lelang Debt Switch Sebesar Rp4,4 Triliun. -
Selasa, 22/07/2008 17:07
UU PPN Baru Berlaku Awal 2009 -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pemerintah Harus Beri Kepastian Hukum ke Daerah -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Defisit RAPBN 2009 Ditargetkan 1,5% -
Selasa, 22/07/2008 12:07
Pemerintah Tunda DAU Sebesar 25% -
Selasa, 22/07/2008 11:07
66% Raperda Disarankan Ditolak -
Selasa, 22/07/2008 11:07
Menkeu Minta 2.000 Perda Dibatalkan -
Selasa, 22/07/2008 10:07
Sri Mulyani:
Masyarakat Happy Adalah Aset -
Selasa, 22/07/2008 10:07
SBY Pimpin Sidang RAPBN 2009 -
Selasa, 22/07/2008 08:07
Depkeu Lelang SUN yang Jatuh Tempo 2009-2013

"Kami menyarankan pemerintah untuk tidak mengambil opsi menaikkan harga BBM," ujar ekonom Tim Indonesia Bangkit (TIB) Hendri Saparini, saat diskusi bertajuk Tebar Pesona dengan BLT, di Mario's Place, Menteng Huis, Cikini, Jakarta, Sabtu (10/5/2008).
Di samping itu, Kepala Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas Bambang Widianto mengatakan, belum memiliki skema tertentu untuk mengatasi hal ini, karena itu masih dianggap sebuah kemungkinan saja dan belum tentu terjadi.
Bambang mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan skema jangka panjang untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang memang merupakan bagian dari program pemerintah pada 2008 ini.
"Pemerintah sudah menyiapkan skema jangka panjang untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Anggarannya termasuk dalam dana Rp35 triliun yang di dalamnya mencakup juga dana BLT plus sebesar Rp14 triliun," ujar Bambang.
Namun, dia optimistis bahwa sejalan akan dinaikkannya harga BBM dan pelaksanaan BLT Plus, akan mendorong kembali angka pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi nasional. "Berarti akan kembali mendorong industri menyerap tenaga kerja," ujarnya. (rhs)


