ekonomi global
Inflasi Dunia Tekan Pertumbuhan China
Sabtu, 10 Mei 2008 - 10:31 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 07/05/2008 11:05
Bank UBS Pangkas 5.500 Karyawan -
Rabu, 07/05/2008 07:05
Goldman Sachs: Harga Minyak Potensi USD200 -
Selasa, 06/05/2008 22:05
Kian Liar, Harga Minyak Menuju USD122 -
Selasa, 06/05/2008 09:05
Kenaikan Harga Pangan Tingkatkan Ketegangan Sosial -
Selasa, 06/05/2008 09:05
Asia Himpun Dana USD80 M

Harga yang tinggi menyebabkan ekonomi nasional berada di bawah tekanan besar. "Ekonomi China tumbuh dengan cepat walaupun menghadapi berbagai kontradiksi dan masalah," ujar Wang di Shanghai, seperti dikutip Sabtu (10/5/2008).
Dia mengatakan, bahwa harga saat ini relatif tinggi, sementara itu harga investasi berupa aset yang telah berada di level yang tidak mungkin turun.
Pada saat yang sama, inflasi global semakin tinggi hingga menekan pertumbuhan ekonomi China. Pemerintah China melawan inflasi yang telah mencapai level tertinggi selama 12 tahun terakhir. Sementara itu, pemerintah juga berusaha mempertahankan pertumbuhan China tetap berada di level 10 persen ke atas.
Selama kuartal I/2008 China mengalami pertumbuhan ekonomi hingga di level 10,6 persen. Wang, yang juga mantan Wali Kota Beijing, menyatakan China harus meningkatkan kontrol terhadap makroekonomi dan mengimplementasikan kebijakan dengan tepat di sektor keuangan.
"Kita harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mencegah harga yang semakin naik karena inflasi," ujarnya. Dia mengatakan, nilai tukar dolar yang semakin lemah ditambah dengan keadaan pasar keuangan yang tidak stabil membuat China harus mengambil langkah untuk melindungi sistem ekonomi keuangannya.
Selanjutnya, dia mengatakan bahwa China harus mengubah sistem perbankan, sekuritas, dan asuransi. Jika gagal mengelola risiko keuangan secara benar, kekacauan ekonomi dan ketidakstabilan sosial-politik akan timbul. Karena itu, Wang berjanji China akan melanjutkan perubahan di sektor perbankan, sekuritas, dan asuransi.
"Kami akan meningkatkan pengawasan peminjaman modal dan berusaha untuk membuat jaringan keamanan finansial," ujarnya. Sementara itu, Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan juga menyatakan hal senada. Dia menyatakan China tetap terlibat dalam ekonomi global, tapi juga memastikan bahwa negara tersebut aman dari dampak negatifnya.
"Kami harus secara aktif terlibat dalam ekonomi dunia. Di lain pihak, kami juga tidak mau terkena dampak negatif dari keadaan ekonomi global saat ini," ujarnya. Dia juga mengatakan bahwa China harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang telah berjalan dan bertanggung jawab membuat ekonomi global stabil.
Kekhawatiran Wang terkait inflasi yang meningkat di berbagai belahan dunia. Inflasi tahunan India meningkat hingga berada di level 7,61 persen. Ini adalah level tertinggi selama empat tahun terakhir. Inflasi yang meningkat menyebabkan kenaikan harga pangan.
Untuk mengatasinya, pemerintah India melakukan perjanjian derivatif di dalam perdagangan pangan, seperti beras dan gandum. India juga membuat kebijakan yang lebih ketat di sektor keuangan bulan lalu untuk mengurangi pengeluaran. Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet juga memperingatkan bahwa inflasi merupakan masalah serius bagi 15 negara di zona Eropa.
Dia juga mengatakan masyarakat harus terbiasa dengan harga energi yang tinggi. "Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya, tingkat inflasi diperkirakan akan tetap tinggi, lebih dari yang kita duga. Ini bukan untuk jangka pendek," ujar Trichet kemarin. (Rahma Regina/Sindo/rhs)


