Sektor Riil
Permintaan Solar & Premiun Naik 5 - 7%
Minggu, 11 Mei 2008 - 12:42 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%
CILACAP - Menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pembelian bahan bakar jenis solar dan premium di beberapa SPBU di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meningkat antara 5-7 persen per hari.
Meski mengalami peningkatan, namun PT Pertamina Pemasaran Jateng/DIY belum berencana melakukan pengendalian volume pembelian BBM oleh SPBU. Wacana kenaikan harga BBM sampai penetapan kenaikan harga telah memicu munculnya para spekulan melakukan praktek penimbunan BBM untuk mengeruk keuntungan.
Berdasarkan hasil evaluasi, satu minggu setelah ada rencana kenaikan BBM diumumkan, permintaan solar dan premium SPBU kepada delapan Depot Pertamina di Jateng dan DIY mengalami peningkatan sebesar 5-7 persen dari sebelumnya.
"Sampai sekarang kita belum mengetahui penyebab naiknya pemintaan BBM. Namun kami menduga munculnya para spekulan yang telah melakukan praktik penimbunan BBM," kata Heppy Wulansari, Humas PT Pertamina Pemasaran Jateng/DIY.
Berdasar pengalaman kenaikan harga BBM pada tahun-tahun sebelumnya, sejak rencana kenaikan BBM digulirkan sampai penetapan kenaikan BBM telah memicu munculnya spekulan. Para spekulan ini mencari keuntungan adanya disparitas harga BBM bersubsidi dan BBM untuk industri. Namun setelah itu permintaan BBM akan normal kembali bahkan cenderung menurun.
Pihak Pertamina juga mengharapkan kepada kalangan pemilik SPBU di Jateng/DIY untuk membatasi penjualan BBM khususnya kepada warga yang membeli dengan jeriken maupun drum, menjelang kenaikan harga BBM. "Jangan sampai ada oknum yang melakukan penimbunan BBM. Kita akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Pemkab setempat untuk ikut mengawasi distribusi BBM di SPBU, termasuk pengamanan saat penetapan kenaikan harganya," tegas Heppy Wulansari.
Sementara itu, Kepala Pertamina Depot Maos Unit Pengolahan IV Cilacap, Untung Imam mengakui, ada lonjakan permintaan sebesar 3-7 persen, namun peningkatan tersebut belum signifikan. "Ini sebagai dampak kepanikan masyakat atas rencana kenaikan BBM sebesar 30 persen," kata Untung.
Untung menambahkan Depot Maos melayani kebutuhan BBM tujuh kabupaten, hanya Banyumas dan Cilacap yang mengalami lonjakan cukup signifikan, khususnya SPBU yang terletak di kota. (Saladin Ayyubi/Global/mbs)
Meski mengalami peningkatan, namun PT Pertamina Pemasaran Jateng/DIY belum berencana melakukan pengendalian volume pembelian BBM oleh SPBU. Wacana kenaikan harga BBM sampai penetapan kenaikan harga telah memicu munculnya para spekulan melakukan praktek penimbunan BBM untuk mengeruk keuntungan.
Berdasarkan hasil evaluasi, satu minggu setelah ada rencana kenaikan BBM diumumkan, permintaan solar dan premium SPBU kepada delapan Depot Pertamina di Jateng dan DIY mengalami peningkatan sebesar 5-7 persen dari sebelumnya.
"Sampai sekarang kita belum mengetahui penyebab naiknya pemintaan BBM. Namun kami menduga munculnya para spekulan yang telah melakukan praktik penimbunan BBM," kata Heppy Wulansari, Humas PT Pertamina Pemasaran Jateng/DIY.
Berdasar pengalaman kenaikan harga BBM pada tahun-tahun sebelumnya, sejak rencana kenaikan BBM digulirkan sampai penetapan kenaikan BBM telah memicu munculnya spekulan. Para spekulan ini mencari keuntungan adanya disparitas harga BBM bersubsidi dan BBM untuk industri. Namun setelah itu permintaan BBM akan normal kembali bahkan cenderung menurun.
Pihak Pertamina juga mengharapkan kepada kalangan pemilik SPBU di Jateng/DIY untuk membatasi penjualan BBM khususnya kepada warga yang membeli dengan jeriken maupun drum, menjelang kenaikan harga BBM. "Jangan sampai ada oknum yang melakukan penimbunan BBM. Kita akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Pemkab setempat untuk ikut mengawasi distribusi BBM di SPBU, termasuk pengamanan saat penetapan kenaikan harganya," tegas Heppy Wulansari.
Sementara itu, Kepala Pertamina Depot Maos Unit Pengolahan IV Cilacap, Untung Imam mengakui, ada lonjakan permintaan sebesar 3-7 persen, namun peningkatan tersebut belum signifikan. "Ini sebagai dampak kepanikan masyakat atas rencana kenaikan BBM sebesar 30 persen," kata Untung.
Untung menambahkan Depot Maos melayani kebutuhan BBM tujuh kabupaten, hanya Banyumas dan Cilacap yang mengalami lonjakan cukup signifikan, khususnya SPBU yang terletak di kota. (Saladin Ayyubi/Global/mbs)


