Sektor Riil
Jika Beras Naik 20%, Bulog Gelar OP
Minggu, 11 Mei 2008 - 14:19 wib
Lutfi Dwi Pujiastuti - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%
JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan akan terjadi pada Juni mendatang. Tentu kenaikan harga minyak ini akan berdampak pada sejumlah harga-harga kebutuhan pokok, seperti beras. Jika hal itu terjadi, Bulog pun menjamin segera melakukan operasi pasar.
"Itu mekanisme yang ada. Yang penting kalau ada kenaikan harga, yang harus kita cek itu apakah karena barang kurang atau karena gangguan jalur distribusi," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai menghadiri pernikahan Hidayat Nurwahid di TMII, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2008).
Mari menegaskan, hingga saat ini belum ada yang bermasalah. Semu masih stabil. Saat ini tinggal melakukan pengecekan apakah ada masalah pada distribusi dan langkah-langkah apa yang dilakukan.
"Kita sudah siapkan beberapa program yang akan diumumkan, jadi sejauh ini sudah berjalan, raskin yang tadinya 10 kilogram menjadi 15 kilogram sudah jalan. Subsidi untuk minyak goreng untuk dua liter per keluarga miskin tiap bulan juga sudah jalan," terang Mari.
Mari menjamin pemerintah sudah menyiapkan berbagai cara untuk melakukan antisipasi kenaikan harga. "Kita tidak mau ada kenaikan harga karena dengan alasan stok kurang. Kalau seandainya ada akan dilakukan tindakan tertentu," paparnya.
(rhs)
"Itu mekanisme yang ada. Yang penting kalau ada kenaikan harga, yang harus kita cek itu apakah karena barang kurang atau karena gangguan jalur distribusi," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai menghadiri pernikahan Hidayat Nurwahid di TMII, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2008).
Mari menegaskan, hingga saat ini belum ada yang bermasalah. Semu masih stabil. Saat ini tinggal melakukan pengecekan apakah ada masalah pada distribusi dan langkah-langkah apa yang dilakukan.
"Kita sudah siapkan beberapa program yang akan diumumkan, jadi sejauh ini sudah berjalan, raskin yang tadinya 10 kilogram menjadi 15 kilogram sudah jalan. Subsidi untuk minyak goreng untuk dua liter per keluarga miskin tiap bulan juga sudah jalan," terang Mari.
Mari menjamin pemerintah sudah menyiapkan berbagai cara untuk melakukan antisipasi kenaikan harga. "Kita tidak mau ada kenaikan harga karena dengan alasan stok kurang. Kalau seandainya ada akan dilakukan tindakan tertentu," paparnya.
(rhs)


