Sektor Riil
FKB Tegaskan Tolak Kenaikan Harga BBM
Minggu, 11 Mei 2008 - 16:41 wib
Muhammad Hasits - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%
JAKARTA - Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR menyatakan menolak rencana pemerintah kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Saat ini, pemerintah sudah tidak mampu lagi mencari solusi dan mencari pemecahan masalah akibat harga minyak dunia," kata Ketua FKB, Effendy Choirie (Gus Choi) saat konferensi pers menyikapi rencana kenaikan BBM, di kantor DPP PKB, Jakarta Selatan, Minggu (11/5/2008).
Gus Choi menjelaskan sejumlah alasan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM itu. Yakni, kenaikan itu akan memberatkan semua pihak, diantaranya pengusaha, kalangan menengah, terutama bagi masyarakat berkonomi lemah.
"Sebab, saat ini, masyarakat sudah kesulitan membeli sembako. Bahkan kebutuhan sehari-haripun susah. Apalagi sekarang berhadapan dengan kenaikan BBM," katanya. (sis)
(mbs)
"Saat ini, pemerintah sudah tidak mampu lagi mencari solusi dan mencari pemecahan masalah akibat harga minyak dunia," kata Ketua FKB, Effendy Choirie (Gus Choi) saat konferensi pers menyikapi rencana kenaikan BBM, di kantor DPP PKB, Jakarta Selatan, Minggu (11/5/2008).
Gus Choi menjelaskan sejumlah alasan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM itu. Yakni, kenaikan itu akan memberatkan semua pihak, diantaranya pengusaha, kalangan menengah, terutama bagi masyarakat berkonomi lemah.
"Sebab, saat ini, masyarakat sudah kesulitan membeli sembako. Bahkan kebutuhan sehari-haripun susah. Apalagi sekarang berhadapan dengan kenaikan BBM," katanya. (sis)
(mbs)


