Sektor Riil
Di Yogya Minyak Tanah Juga Langka
Senin, 12 Mei 2008 - 10:43 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%
YOGYAKARTA - Menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM awal Juni depan ternyata membuat bukan saja premium di beberapa SPBU di Yogyakarta maupun pengecer langka, namun juga minyak tanah.
Kelangkaan minyak tanah tersebut sebenarnya telah dimulai dari program pemerintah dalam konversi minyak ke gas beberapa waktu lalu. Hal ini kemudian membuat adanya pengurangan setoran/pasokan mitan ke pangkalan.
"Memang kurang dan langka wong pemerintah memang melakukan pengurangan pasokan ke pangkalan karena program konversi minyak ke gas lalu," kata Samsuri salah seorang pengusaha pangkalan minyak tanah di Yogyakarta, Senin (12/5/2008).
Samsuri mengatakan bahwa jika biasanya dalam satu minggu pangkalan miliknya mendapat pasokan sebanyak 15 drum minyak tanah saat ini hanya 10 drum saja. Itu pun akan langsung cepat habis karena banyaknya masyarakat yang membeli minyak tanah di tempatnya sehingga menyebabkan sebagian yang lain tidak kebagian. Bahkan beberapa masyarakat yang takut tidak kebagian minyak tanah membeli dalam jumlah lebih banyak misalnya 5 liter.
"Tujuannya sih bukan menimbun tapi memang persiapan agar tidak kehabisan. Apalagi minyak akan naik juga," imbuhnya.
Meskipun ada rencana menaikan harga BBM hingga sekarang, kata Samsuri, memang belum ada kenaikan harga minyak tanah. Harga minyak tanah dari agen ke pangkalan masih dijual dengan harga Rp2.210/liter dan dijual ke masyarakat serta pengecer di angka Rp2.400-3.000/liter. Dengan kenaikan harga BBM mendatang, tambah Samsuri, diperkirakan harga minyak tanah dari agen ke pangkalan mencapai Rp2.500/liter.
"Pasti ikut naik harganya mas. Paling sekira Rp2.500/liter dari agen ke pangkalan. Tapi sekarang belum naik," jelas Samsuri. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)
Kelangkaan minyak tanah tersebut sebenarnya telah dimulai dari program pemerintah dalam konversi minyak ke gas beberapa waktu lalu. Hal ini kemudian membuat adanya pengurangan setoran/pasokan mitan ke pangkalan.
"Memang kurang dan langka wong pemerintah memang melakukan pengurangan pasokan ke pangkalan karena program konversi minyak ke gas lalu," kata Samsuri salah seorang pengusaha pangkalan minyak tanah di Yogyakarta, Senin (12/5/2008).
Samsuri mengatakan bahwa jika biasanya dalam satu minggu pangkalan miliknya mendapat pasokan sebanyak 15 drum minyak tanah saat ini hanya 10 drum saja. Itu pun akan langsung cepat habis karena banyaknya masyarakat yang membeli minyak tanah di tempatnya sehingga menyebabkan sebagian yang lain tidak kebagian. Bahkan beberapa masyarakat yang takut tidak kebagian minyak tanah membeli dalam jumlah lebih banyak misalnya 5 liter.
"Tujuannya sih bukan menimbun tapi memang persiapan agar tidak kehabisan. Apalagi minyak akan naik juga," imbuhnya.
Meskipun ada rencana menaikan harga BBM hingga sekarang, kata Samsuri, memang belum ada kenaikan harga minyak tanah. Harga minyak tanah dari agen ke pangkalan masih dijual dengan harga Rp2.210/liter dan dijual ke masyarakat serta pengecer di angka Rp2.400-3.000/liter. Dengan kenaikan harga BBM mendatang, tambah Samsuri, diperkirakan harga minyak tanah dari agen ke pangkalan mencapai Rp2.500/liter.
"Pasti ikut naik harganya mas. Paling sekira Rp2.500/liter dari agen ke pangkalan. Tapi sekarang belum naik," jelas Samsuri. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)


