Sektor Riil
Percepat Kenaikan BBM Supaya Tak Ada Spekulasi
Senin, 12 Mei 2008 - 11:24 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

MS Hidayat (Foto:Sindo)
"Jangan sampai kenaikan akhir Mei. Terlalu lama," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dalam Rapat Koordinasi Bidang Perhubungan Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/5/2008).
Selain membuat spekulasi di pasar, akibatnya lamanya jeda rencana kenaikan itu, juga membuat semakin banyaknya demo penentangan kenaikan. "Yang tadinya orang tidak mau bergerak (demo), akhirnya bergerak juga," kata dia.
Sementara itu, dia mengatakan, pemerintah harus menjaga industri padat karya, seperti sektor manufaktur. Sebab, lanjut dia, sektor ini sangat rentan terhadap kenaikan BBM. "Jika mereka kesulitan, nantinya bisa PHK," katanya.
(hsp)


