Sektor Riil
Mutammimul: Privatisasi KS Harus Dihentikan
Senin, 12 Mei 2008 - 12:28 wib
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Pabrik Krakatau Steel (Foto: Hadi Suprapto)
"Tidak cukup banyak alasan privatisasi KS. Semangat melepas kepemilikan KS harus dihentikan," tegas anggota Komisi I Pertahanan DPR Mutammimul Ula kepada okezone, di Jakarta, Senin (12/5/2008).
Sebagai Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), seharusnya KS dilindungi untuk menjaga pasokan baja dan besi bagi industri pertahanan bangsa.
Mendukung pernyataan Komisaris Utama PT KS Taufiequrrachman Ruki, Mutammimul menegaskan, bahwa investor asing bisa menanamkan sahamnya bagi pengembangan pabrik-pabrik baru tanpa perlu membeli KS.
"Peningkatan kapasitas produksi bisa terpenuhi dengan investasi tersebut," imbuh dia.
Bagaimanapun juga, menurut politisi asal Solo, Jawa Tengah ini, prasyarat untuk membangun kemandirian pertahanan suatu bangsa adalah adanya jaminan ketersediaan produk yang dibutuhkan.
"Dan hampir sebagian besar alutsista yang diproduksi membutuhkan baja yang bahan bakunya dari biji besi. Jangan karena ingin keuntungan sesaat kita merugi selamanya, dan tergeruslah aset bangsa seluruhnya," pungkas politisi PKS ini. (jri) (rhs)


