Sektor Riil
Naikkan BBM, Kebijakan Tak Populis
Senin, 12 Mei 2008 - 15:18 wib
Hadi Suprapto - Okezone
Berita Lainnya

Pengisian BBM di SPBU (Foto:Sindo)
JAKARTA - Setelah cukup lama mencoba bertahan atas kenaikan harga minyak dunia, akhirnya pemerintah sampai pada pilihan yang sulit, menaikkan harga BBM bersubsidi sekira 30 persen.

Kenaikan BBM kali ini merupakan pertaruhan besar bagi pemerintah karena dianggap sebagai sebuah kebijakan yang tidak populis. Bahkan, banyak elit politik yang mempergunakan momen kenaikan harga BBM ini sebagai bahan serangan terhadap kinerja pemerintah.

"Memang, siapapun pemerintahnya, jika dihadapkan pada situasi seperti saat ini maka menaikkan harga BBM adalah solusi yang diambil. Tanpa kenaikan harga BBM yang terjadi justru stagnasi roda pemerintahan karena tidak mencukupinya APBN yang ada," ujar Direktur Bidang Kajian Ekonomi Makro Indonesia Development Monitoring (IDM) Malvin Baringbing, di Jakarta, Senin (12/5/2008).

Satu hal yang harus kita ingatkan kepada Pemerintah adalah kenaikan harga BBM yang merupakan solusi jangka pendek untuk menyelesaikan persoalan sesaat. Oleh sebab itu harus diikuti oleh kebijakan penghematan energi jangka panjang yang bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan energi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Kebijakan kenaikan harga BBM jangan dijadikan kebijakan tunggal yang berdiri sendiri tetapi harus dijadikan sebagai bagian dari paket kebijakan penghematan energi dan manajemen sumber daya energi. (hsp)
250x208 250x250