Sektor Riil
Ditanya BBM, Purnomo Ngacir
Senin, 12 Mei 2008 - 19:17 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%

Padahal, para wartawan sudah menantinya sejak pagi di Gedung ESDM lantai 10, Jakarta, Senin (12/5/2008).
Sejak pagi wartawan cetak dan elektronik menunggu Purnomo untuk menanyakan soal besaran tarif dan waktu kenaikan BBM yang meresahkan warga.
Menteri Purnomo saat itu masih melakukan rapat kooordinasi dengan gubernur se-Kalimantan, membahas mengenai pasokan listrik di wilayah Kalimantan.
Setelah acara selesai, dilanjutkan acara jumpa pers kelistrikan. Namun, Pak Menteri tidak menjawab pertanyaan soal kenaikan BBM. Menteri langsung pergi meniggalkan ruangan menuju lift. Saat dikerubuti wartawan, Purnomo tidak bersedia menjawab dan hanya melambaikan tangan.
Senada dengan sang bos, Dirjen ESDM juga diam seribu bahasa soal kenaikan BBM.
"Menterinya ngomong nggak? Kalau menterinya aja enggak ngomong, masak saya bicara?" ujar Dirjen Migas Departemen ESDM Luluk Soemiarso.
Menurut Luluk, untuk masalah BBM sudah ada porsinya masing-masing. Luluk pun menjelaskan persoalan lain yang tidak berkaitan dengan BBM. (Gaib Maruto Sigit /Trijaya/rhs)


