Sektor Riil
Harga Sembako Naik 20%, Distributor Bakal Ditegor
Senin, 12 Mei 2008 - 19:48 wib
Berita Lainnya

MAKASSAR - Walikota Makassar akan menegur dan memanggil para distributor sembako, karena dinilai menaikkan harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, hingga 20 persen.

Hal tersebut terungkap dalam pantauan Walikota Ilham Arief Sirajuddin, terhadap harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar, Sulsel, Senin (12/5/2008).

Ilham mengatakan, pihaknya akan memanggil para distributor untuk menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Ilham akan mempertanyakan alasan para distributor menaikkan harga. Padahal, harga bahan bakar Minyak (BBM) belum naik. "Tidak benar kalau distributor begitu, menyengsarakan rakyat," cetus Ilham.

Kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok terjadi sejak pekan lalu. Namun, ada juga pedagang yang telah menaikkan harga barang dagangannya sejak bulan yang lalu.

Karena itu, Walikota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Makassar melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional untuk melakukan dialog langsung dengan para pedagang seiring kenaikan harga sembilan bahan kebutuhan dan komoditi lainnya yang mencapai 20 persen.

"Kenaikan BBM baru terealisasi bulan depan, tapi kenapa beberapa harga kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan," ujar Ilham.

Jenis-jenis barang yang mengalami kenaikan harga, yakni minyak goreng, bawang merah, bawang putih, kentang, cabe besar, gula pasir, beras, telur, ayam potong, serta daging. Dari beberapa kebutuhan pokok tersebut yang mengalami kenaikan sangat besar terjadi pada cabai, dan ayam potong.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Makassar Dedi Hermadi mengatakan, penyebab peningkatan harga di pasar karena beberapa barang kebutuhan yang ditawarkan distributor telah mengalami kenaikan, sehingga pedagang mengantisipasi kerugian dengan menaikkan harga.

"Pertemuan dengan para distributor akan digelar dalam dua hari ini untuk membicarakan kenaikan harga yang dilakukan pada pedagang, karena harga BBM belum ditetapkan oleh pemerintah," kunci Dedi. (Andi Aisyah/Trijaya/rhs)
250x208 250x250