Sektor Riil
Harga Sembako Naik 20%, Distributor Bakal Ditegor
Senin, 12 Mei 2008 - 19:48 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%

Hal tersebut terungkap dalam pantauan Walikota Ilham Arief Sirajuddin, terhadap harga kebutuhan pokok di Pasar Terong Makassar, Sulsel, Senin (12/5/2008).
Ilham mengatakan, pihaknya akan memanggil para distributor untuk menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Ilham akan mempertanyakan alasan para distributor menaikkan harga. Padahal, harga bahan bakar Minyak (BBM) belum naik. "Tidak benar kalau distributor begitu, menyengsarakan rakyat," cetus Ilham.
Kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok terjadi sejak pekan lalu. Namun, ada juga pedagang yang telah menaikkan harga barang dagangannya sejak bulan yang lalu.
Karena itu, Walikota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Makassar melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional untuk melakukan dialog langsung dengan para pedagang seiring kenaikan harga sembilan bahan kebutuhan dan komoditi lainnya yang mencapai 20 persen.
"Kenaikan BBM baru terealisasi bulan depan, tapi kenapa beberapa harga kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan," ujar Ilham.
Jenis-jenis barang yang mengalami kenaikan harga, yakni minyak goreng, bawang merah, bawang putih, kentang, cabe besar, gula pasir, beras, telur, ayam potong, serta daging. Dari beberapa kebutuhan pokok tersebut yang mengalami kenaikan sangat besar terjadi pada cabai, dan ayam potong.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Makassar Dedi Hermadi mengatakan, penyebab peningkatan harga di pasar karena beberapa barang kebutuhan yang ditawarkan distributor telah mengalami kenaikan, sehingga pedagang mengantisipasi kerugian dengan menaikkan harga.
"Pertemuan dengan para distributor akan digelar dalam dua hari ini untuk membicarakan kenaikan harga yang dilakukan pada pedagang, karena harga BBM belum ditetapkan oleh pemerintah," kunci Dedi. (Andi Aisyah/Trijaya/rhs)


