Fiskal & Moneter
70% BBM Bersubsidi Dinikmati Orang Kaya
Senin, 12 Mei 2008 - 13:00 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Hasil Lelang Debt Switch Sebesar Rp4,4 Triliun. -
Selasa, 22/07/2008 17:07
UU PPN Baru Berlaku Awal 2009 -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pemerintah Harus Beri Kepastian Hukum ke Daerah -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Defisit RAPBN 2009 Ditargetkan 1,5% -
Selasa, 22/07/2008 12:07
Pemerintah Tunda DAU Sebesar 25% -
Selasa, 22/07/2008 11:07
66% Raperda Disarankan Ditolak -
Selasa, 22/07/2008 11:07
Menkeu Minta 2.000 Perda Dibatalkan -
Selasa, 22/07/2008 10:07
Sri Mulyani:
Masyarakat Happy Adalah Aset -
Selasa, 22/07/2008 10:07
SBY Pimpin Sidang RAPBN 2009 -
Selasa, 22/07/2008 08:07
Depkeu Lelang SUN yang Jatuh Tempo 2009-2013

Hal itu dikatakan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Perikanan Bayu Krisnamurthi, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (12/5/2008).
"Jadi itu tidak imbang dan tidak fair. Sebelum Februari 2008 subsidi BBM Rp126 triliun, 70 persen dinikmati oleh 40 persen orang terkaya. Jadi Rp70 triliun dinikmati oleh orang-orang yang bukan sasarannya," jelasnya.
Menurut Bayu, angka itu ada dalam skenario APBN 2008 yang disusun sebelum Februari 2008. Sementara skenario subsidi BBM yang disusun sesudah Februari 2008 membengkak menjadi Rp250 triliun. "Total 70 persennya juga dinikmati 40 persen orang terkaya, yakni Rp17 triliun," ujarnya.
Saat ini, harga minyak mentah yang digunakan mencapai USD110-115 per barel. Jika sudah mencapai USD125, maka selisih subsidi BBM dengan program penanggulangan kemiskinan akan semakin jauh. "Itu perlu ada penyesuaian harga supaya terjadi keseimbangan," imbuh Bayu.
Jika penyesuaian harga BBM tidak dilakukan, maka tiga kelompok program yang dicanangkan pemerintah untuk memberdayakan rakyat, yakni pemberdayaan usaha mikro dan menengah, pemberdayaan masyarakat, dan bantuan perlindungan sosial akan terancam. "Karena APBN tidak sehat," tandasnya. (rhs)


