Finance
Sofyan Djalil: Kepemilikan Mittal di KS Cukup 40%
Senin, 12 Mei 2008 - 11:04 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Rupiah Tembus ke Bawah Rp9.140

Pabrik baja Krakatau Steel (Foto: Hadi Suprapto)
"Jadi tidak sampai 49 persen (seperti keinginan Mittal), kan kita yang jual," jelas Meneg BUMN Sofyan Djalil, di Jakarta, Senin (12/5/2008).
Namun, intinya kata dia, kepemilikan saham Mittal di Krakatau Steel nanti perlu di diskusikan lagi. Karena saat ini banyak investor yang berminat ke Krakatau Steel. Jadi makin banyak investor maka memudahkan kita untuk mencari opsi yang terbaik.
"Berapa persen yang acceptable, apa term-nya itu harus didiskusikan lagi," imbuhnya.
Memang, lanjut dia, Achelor Mittal sudah presentasi namun itu masih generik sekali, sehingga perlu dilakukan pembicaraan lebih teknis dengan manajemen Krakatau Steel.
Dan yang terpenting, dalam kemitraan nanti adalah pentingnya meningkatkan produksi baja nasional dan meningkatkan produkstivitas KS. Untuk meningkatkan produktivitas KS saja, perlu dana US400 juta.
Sofyan menambahkan, penentuan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) atau kemitraan strategis (Strategic Sales/SS), PT Krakatau Steel mungkin sekitar pertengahan bulan ini. Karena DPR sudah tidak dalam masa reses. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


