Finance
Utang Asia Grain Dialihkan ke Saham
Senin, 12 Mei 2008 - 19:26 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Rupiah Tembus ke Bawah Rp9.140

"Utang kita ke Cargill dibeli KJP International Pte Ltd Singapore, dan utang dialihkan ke saham. Kalau nggak perusahaan akan terus negative equity, dengan pengalihan ini perusahaan jadi sehat kembali," jelas Direktur Utama PT Asia Grain International (kini berubah nama menjadi PT Asia Natural Recources) Petrus Tjandra di Jakarta, Senin (12/5/2008).
Sehingga dengan pengalihan utang menjadi saham ini, kata dia, akan mengikis keraguan Bapepam-LK terkait kemampuan perseroan membayar utang. Bahkan, rencana debt equity swap (penukaran hutang menjadi saham) ini, lanjut dia juga telah direspon positif Cargill.
"Kita akan segera laporkan hasil RUPS-LB ini ke Bapepam-LK. Jadi selain pengalihan utang (debt equity swap), kita juga menambah modal sebesar Rp82 miliar dari Rp305 miliar menjadi Rp388,8 miliar," paparnya.
Seperti diketahui, saham ASIA disuspensi oleh BEI sejak 22 Maret 2006, dengan sehatnya perseroan maka Petrus mengharapkan suspensi tersebut bisa dipertimbangkan lagi.
"Keraguan BEI dan Bapepam-LK selama ini kan menganggap perusahaan ini bangkrut karena tidak mampu bayar utang. Saat ini utang sudah selesai dan perusahaan sehat kembali," paparnya. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


