Fiskal & Moneter
SBY-JK Naikkan BBM
Mega: Pemimpin Harus Berani Tak Populer
Selasa, 13 Mei 2008 - 15:33 wib
Muhammad Hasits - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Hasil Lelang Debt Switch Sebesar Rp4,4 Triliun. -
Selasa, 22/07/2008 17:07
UU PPN Baru Berlaku Awal 2009 -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pemerintah Harus Beri Kepastian Hukum ke Daerah -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Defisit RAPBN 2009 Ditargetkan 1,5% -
Selasa, 22/07/2008 12:07
Pemerintah Tunda DAU Sebesar 25% -
Selasa, 22/07/2008 11:07
66% Raperda Disarankan Ditolak -
Selasa, 22/07/2008 11:07
Menkeu Minta 2.000 Perda Dibatalkan -
Selasa, 22/07/2008 10:07
Sri Mulyani:
Masyarakat Happy Adalah Aset -
Selasa, 22/07/2008 10:07
SBY Pimpin Sidang RAPBN 2009 -
Selasa, 22/07/2008 08:07
Depkeu Lelang SUN yang Jatuh Tempo 2009-2013

Hal itu dikatakan Mega dalam dalam kunjungannya dalam rangka 'Silaturahmi Mega Menyapa Rakyat' di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (13/5/2008).
"Kalau urusan takut terus kapan jalannya, salah satu resiko tertinggi pemimpin ya tidak populer. Apa harus terusmengorbankan masyarakat," tegas Mega.
Selain itu, belum pastinya waktu kenaikan harga BBM, menurut Ketua Umum PDIP ini justru akan membuat masyarakat bingung dan akan berdampak pada kenaikan sembako.
"Saya lihat pemerintah sekarang gamang, apalagi mendekati pemilu. Ini kan selalu akan dan akan," sindir Mega.
Sementara itu, menanggapi rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM apakah partainya akan mencari popularitas dari momen itu, Mega menegaskan partainya tidak akan mengambil momen untuk menuju kursi RI I.
"Sebagai partai oposisi kita tidak mencari popularitas saja, dengan mengatakan menolak, tapi kita lihat alasannya," tegas Mega. (rhs)


