Fiskal & Moneter


Perry: BI Dituntut Responsif & Proaktif

Selasa, 13 Mei 2008 - 16:29 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Setelah Hartadi A Sarwono, kini giliran Eksekutif Direktur IMF Perry Warjiyo yang memaparkan visi misinya dalam memperebutkan kursi Deputi Gubernur BI.

Dalam kesempatan kedua, Perry juga memaparkan pandangannya dihadapan komisi XI DPR, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2008).

Perry mengemukakan, kesinambungan pembangunan ekonomi nasional ke depan, mengharuskan penguatan strategi dan implementasi kebijakan perekonomian, baik kebijakan makroekonomi (fiskal dan moneter) maupun kebijakan sektoral maupun institusional.

"BI dituntut untuk responsif dan proaktif memainkan perannya, tidak saja dalam meningkatkan kredibilitas kebijakan, namun memberikan masukan bagi penguatan strategi maupun kebijakan ekonomi nasional," paparnya.

Dari sisi kebijakan, lanjut Perry, BI perlu menjaga keselarasan antara tujuan untuk stabilisasi makroekonomi dan keuangan dengan dukungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya, dalam perumusan moneter, kepentingan untuk mencapai sasaran inflasi perlu diperhatikan dampaknya terhadap perkembangan ekonomi maupun keuangan.

Sedangkan di bidang perbankan perlu keselarasan antara memperkuat stabilitas sistem keuangan dengan dorongan untuk intermediasi keuangan dalam penyediaan pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi.

"Penerapannya perlu menimbang perkembangan ekonomi dan keuangan dari periode ke periode, tergantung kondisi maupun tantangan yang dihadapi. Selain itu memberikan prioritas pada kepentingan jangka menengah-panjang nasional," paparnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)

Share