Finance
BEI: Semester II-2008 IHSG Rebound
Selasa, 13 Mei 2008 - 19:09 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Rupiah Tembus ke Bawah Rp9.140

Erry Firmansyah (Foto: Ist)
"Saya optimistis semester II akan rebound melebihi kenaikan awal tahun ini," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah, di Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Dia mengatakan, kepastian pengurangan subsidi melalui kenaikan
BBM yang dilakukan pemerintah akan mengurangi beban defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sehingga laju inflasi dapat dikendalikan. "Ini yang diharapkan investor sehingga minat mereka meningkat," katanya.
Para investor jelas dia, justru akan bertambah panik jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Pasalnya, hal tersebut akan semakin membebani anggaran pemerintah.
Signal positif kenaikan IHSG lanjut dia, juga terlihat dari kenaikan nilai (value) pada bulan April sebesar empat persen di lantai bursa. Hal ini disebabkan oleh transaksi tutup sendiri (cross selling) saham Bakrie Brothers (BNBR).
Dia juga mengungkapkan, meski pada bulan Maret terjadi net selling investor sebesar Rp2,68 triliun, namun pada bulan April terjadi net buying Rp1,5 triliun.
"Meski masih minus namun ini signal baik karena pasar sudah berbalik. Investor asing sudah masuk kembali," katanya.
Menurut Erry, kenaikan IHSG juga dipicu krisis subprime mortgage di Amerika Serikat (AS) yang berangsur pulih. Hal ini mendorong minat investor asing dan lokal berinvestasi di Indonesia. "AS membaik Itu berdampak baik di kawasan," katanya. (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)


