ekonomi global
Indeks Shanghai Porak Poranda
Selasa, 13 Mei 2008 - 11:22 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 21/07/2008 14:07
Inggris Hadapi Resesi Tahun Depan -
Senin, 21/07/2008 09:07
Putaran Doha Masih Alot -
Minggu, 20/07/2008 16:07
Negara-Negara Teluk Arab Tertarik Investasi di Negara Lain -
Minggu, 20/07/2008 12:07
ECB Yakinkan Masyarakat Bisa Lewati Inflasi Tinggi -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Citigroup Catat Kerugian USD2,5 M

Investor China panik pascagempa kemarin (Foto:AP)
Pelaku pasar saham berbondong-bondong menarik sahamnya sehingga indeks saham Shanghai Stock Exchange (SSE) turun dua persen. Aksi ini menyusul Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 skala richter yang mengguncang China tepatnya di Chengdu ibukota Sichuan. Pasalnya, mayoritas perusahaan China listing di pasar saham.
Indeks SSE turun 2,45 ke posisi 3.538,111. Angka ini lebih baik pada Rabu (13/5/2008) saat pembukaan waktu setempat indeks sempat jatuh hingga 3,27 persen.
Kejadian itu menewaskan sedikitnya 10 ribu jiwa. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah. Gempa ini merupakan gempa terburuk di China dalam tiga dasawarsa terakhir.
Para pelaku saham juga mengamankan dananya dengan membeli USD. Sehingga nilai tukar Yuan juga terpental ke posisi 6.9915 yuan per USD, dibanding perdagangan sebelumnya pada posisi 6.9882 yuan per USD. Namun, Bank Sentral China dikabarkan langsung mengintervensi pasar agar yuan tidak semakin terpuruk.
"Pasar keuangan dan saham di China semakin tidak karuan. Tingkat volatilistas sangat tinggi. Para investor mengamankan dananya secara besar-besaran," ujar ekonom Shanghai Securities and Futures Institute Jin Dehuan, seperti dikutip Reuters.
Namun, secara keseluruhan dampak gempa bumi terhadap pasar keuangan tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, ini hanya bersifat sementara. (hsp)


