ekonomi global
Gempa Bumi Hentakkan Ekonomi China
Selasa, 13 Mei 2008 - 19:16 wib
Berita Lainnya

HONG KONG - Gempa bumi melanda beberapa daerah di China. Hal ini mempengaruhi ekonomi China di berbagai sektor.

Namun hal ini diperkirakan hanya akan bersifat sementara. Karena daerah yang mengalami gempa berada di luar daerah perdagangan China.

Gempa bumi yang terjadi kemarin menewaskan hampir 10.000 orang. Hal ini membuat saham di Shanghai turun, akibatnya mata uang Yuan melemah. Padahal, inflasi akibat kenaikkan harga pangan dan energi serta pengaruh dari krisis kredit global telah cukup menekan para investor di Asia tahun ini.

Data hari Senin menunjukkan, penurunan impor minyak China pada bulan April. Harga minyak turun 78 sen hingga berada di level USD123,45 per barel. Selain itu Gempa bumi mengakibatkan bursa saham China melemah 1,5 persen dengan indeks acuan Benchmark. Perusahaan asuransi juga terkena dampaknya. Saham China Life Insurance turun hingga 5,3 persen.

"Secara keseluruhan dampak gempa bumi ke pasar hanya berlangsung sementara," ujar seorang ekonom di Shanghai Securities and Futures Institute Jin Dehuan, seperti dikutip Selasa (13/5/2008).

Di lain pihak gempa ini membuat saham di perusahaan pemasok bahan material naik seperti yang terjadi di produsen semen, Hebei Taihang Cement.

Gempa terbesar dalam 30 tahun terakhir ini membuat kekacauan ekonomi di propinci Sichuan dan daerah di sekitar Chingqing, tetapi bukan China secara keseluruhan. Dalam jangka pendek. Gempa ini akan meningkatkan inflasi pangan dan kebutuhan konsumen lainnya.

Hal ini berarti China harus menunda ambisinya untuk meningkatkan ekonomi dan lebih fokus untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Gempa ini juga mempengaruhi proyek deposito gas alam.

Propinsi Sinchuan terletak di China bagian barat daya. Populasinya mencapai 30 persen dari rakyat China, berkontribusi 3,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) China dan satu persen terhadap produksi manufaktur nasional.

Merrill Lynch menyatakan, bahwa gempa di China hanya sedikit mempengaruhi mata uang dan sektor ekspor. Dalam pernyataannya Merrill Lynch mengatakan, gempa bumi tersebut menimpa daerah yang di luar daerah perdagangan China maka dari itu hanya berpengaruh sedikit. Hal ini berbeda dengan badai salju yang menimpa delta sungai Yangtze dan Pearl sehingga sangat mempengaruhi keadaan ekonomi China.

Analis dari Deutche Bank menyatakan China Telecom paling merasakan dampak bencana ini. Hal ini karena sambungan telepon kacau balau akibat gempa. Sedangkan Sinopec yang dibangun di lapangan Puguang, propinsi Sichuan terancam gagal. Padahal Sinopec merupakan sumber gas paling potensial di negara tersebut. Perusahaan asuransi juga merugi akibat klaim dari pelanggannya.

Selain itu Intel yang menjualbelikan perlengkapan computer di Chengdu juga mengalami kerugian. Humas Intel, Nick Jacobs menyatakan bahwa perusahaan tersebut saat ini hanya bergantung oleh energi cadangan. Maka dari itu Intel meliburkan para pekerjanya hingga besok. Sayangnya dia mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan berapa banyak kerugian yang dialami intel akibat gempa ini.

Walaupun gempa bumi China hanya menimpa beberapa daerah di China, tapi tidak sedikit sektor yang merugi akibatnya. Pengaruh langsung yang paling nyata terjadi pada sektor transportasi, komunikasi, manufaktur, retail dan sektor pariwisata.

Sementara itu, pemerintah Jepang menyatakan gempa bumi yang terjadi di China bisa membuat produksi Jepang menurun. Akibatnya akan mempengaruhi ekonomi Jepang karena China adalah rekan dagang utama negara tersebut.

"Gempa bumi tersebut akan mempengaruhi ekonomi China, produksi yang melambat akan mempengaruhi ekonomi Jepang," ujar Menteri Jepang untuk urusan kebijakan Ekonomi dan Fiskal, Hiroko Ota. (Rahma Regina/Sindo/rhs)
250x208 250x250