Sektor Riil
Pasokan BBM di Denpasar Berkurang
Rabu, 14 Mei 2008 - 11:12 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Pengisian BBM di SPBU (Foto:Sindo)
Kondisi itu terlihat hampir di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, seperti di Jalan Hayam Wuruk, Teuku Umar dan Puputan. Bahkan sejumlah SPBU sempat kehabisan stok premium hingga Selasa 13 Mei malam.
Di SPBU Jalan Teuku Umar misalnya, hanya satu pompa yang berfungsi dari tiga pompa yang ada. "Jatah premium berkurang dari rata-rata 16 ton menjadi 8 ton per hari," ujar Made Arjaya, petugas SPBU, di Denpasar, Bali, Rabu (14/5/2008).
Kelangkaan premium tersebut membuat warga menyerbu sejumlah SPBU yang masih beroperasi, seperti di Jalan Cok Agung Tresna dan Imam Bonjol. Akibatnya, antrean panjang kendaraan berlangsung hingga membuat ruas jalan macet.
Wira Penjualan BBM Pertamina Cabang Pemasaran Denpasar Putut Adrianto membantah adanya pengurangan jatah pasokan BBM ke SPBU. Menurutnya, pasokan tetap sesuai dengan realisasi rata-rata dari masing-masing SPBU.
Namun demikian, pihaknya mengakui adanya peningkatan permintaan BBM oleh sejumlah SPBU. "Kami khawatir kalau permintaan itu dipenuhi semua, akan menyebabkan terjadi penimbunan," ujarnya. (Miftachul Chusna/Sindo/hsp)


