Pasar Murah Minyak Goreng di Kebumen (Foto: Abdul Malik M)
KEBUMEN - Pasar murah minyak goreng bersubsidi di Kabupaten Kebumen sepi pembeli. Bahkan, muncul dugaan adanya penjualan kupon oleh masyarakat penghasilan rendah kepada warga mampu.
Terbukti, ada beberapa warga yang membeli migor bersubsidi lebih dari kuota yang ditetapkan yakni dua liter per keluarga. Mereka membeli antara 6-10 liter minyak goreng dengan membawa tiga hingga lima lembar kupon. Padahal, berdasarkan ketentuan masing-masing Rumah Tangga Miskin (RTM) hanya diberikan jatah satu kupon saja atau setara dua liter migor.
Seperti yang dilakukan Ponisah, 26, warga Sendangdalem Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen. Dia membeli enam liter minyak goreng bersubsidi dengan menukarkan tiga kupon. Menurutnya, dua kupon yang lain adalah miliknya yang dibeli saudaranya.
"Saya beli kupon dari saudara yang tidak mampu membeli migor murah," kata Ponisah, di lokasi pasar murah minyak goreng bersubsidi, di halaman Pendopo Kecamatan Padureso, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (14/5/2008).
Anehnya, panitia pendistribusian migor murah tetap melayaninya tanpa mengoreksi lebih lanjut dari mana asal usul kupon-kupon tersebut. Ada kesan yang penting migor laku.
Kabid Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Kebumen Maryoto membantah, jika panitia dinilai tidak melakukan pengecekan kupon pada saat pembelian migor bersubsidi.
Setiap pembelian migor, warga harus menyerahkan kupon. Panitia distribusi migor baru mengecek lebih lanjut bila pembelian migor bersubsidi lebih dari 10 kupon atau setara 20 liter minyak goreng.
"Jika melebihi dari 10 kupon, maka pembeli harus membawa surat pengantar dari desa masing-masing," kata Maryoto.
(Abdul Malik Mubarok/Sindo/rhs)