Sektor Riil
Agung: Permintaan Purnomo Mundur Wajar
Rabu, 14 Mei 2008 - 11:46 wib
Anggi Kusumadewi - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Purnomo Yusgiantoro (Foto:Sindo)
"Namun masalah pecat-memecat itu saya serahkan kepada pemerintah," kata Ketua DPR RI Agung Laksono, di kantornya, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2008).
Bahkan, dia mengatakan, rencana kenaikan BBM saat ini juga tidak lepas dari kecukupan energi nasional. "Faktor utamanya memang karena meningkatnya harga minyak dunia, tapi penangan energi yang tidak teratur juga ikut berpengaruh," kata dia.
Ketidakteraturan pengelolaan energi terlihat dari naiknya cost recovery sementara produksi minyak justru menurun. Selain itu, sistem distribusi energi juga sangat kacau. Sehingga, di daerah tertentu rawan kekurangan energi.
"Bahkan baru kali ini, Jawa Barat mengalami krisis gas. Andaikata kita mampu mempertahankan produksi, tentu tidak akan seperti ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, yang harus dilakukan kali pertama adalah pembenahan di sektor minyak dan gas bumi. (hsp)


