Sektor Riil
Tingkat Serapan Bulog Jabar Turun 40%
Rabu, 14 Mei 2008 - 20:34 wib
Berita Lainnya
BANDUNG - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih membuat tingkat serapan beras di Bulog menurun. Petani memprediksikan harga beras akan meningkat sehingga memilih menahan penjualan beras. Bulog menyiapkan rencana operasi stabilisasi harga beras (OSHB) untuk mengantisipasi penurunan tingkat penyerapan yang semakin memburuk.

Kepala Bulog Divisi Regional Jabar Agusdin Fariedh mengatakan, penurunan terjadi setelah pemerintah mencetuskan wacana kenaikan harga BBM sebesar 30 persen. Tingkat penyerapan beras ke Bulog yang sempat naik menjadi 6.000 ton/ hari pascakenaikan HPP pada April lalu turun drastis menjadi 2.000 ton/hari.

Agusdin menambahkan, pihaknya menargetkan penyerapan sebesar 350 ribu ton beras sepanjang 2008. Namun hingga sekarang, pasokan yang masuk baru mencapai 212 ribu ton beras. Sebagian beras telah terdistribusikan sehingga yang tersisa di gudang bulog berkisar 165 ribu ton.

"Jumlah itu cukup untuk stok selama empat bulan. Namun melihat suasana yang terus menurun seperti ini, kami sudah menyiapkan skenario OSHB. Bagaimana pun juga Bulog membutuhkan persediaan beras," jelas Fariedh di Kantor Bulog Divre Jabar Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (14/3/2008).

Bulog berencana membeli beras premium yang kadar butir patahnya mencapai 10 persen dengan harga yang berlaku di pasaran. Untuk tahap pertama, Bulog Jabar berencana membeli 80 ribu ton beras. Beras tersebut menjadi persediaan beras yang akan digelontorkan ke masyarakat pada saat-saat tertentu melalui OSHB.

"Rencana sudah disetujui dan dana sudah ada. Kami tinggal menunggu timing yang tepat untuk membeli beras yang kisaran harganya mencapai Rp4.600/kg. Saat harga beras sudah masuk dalamn titik declining terendah, kami sudah siap membeli beras," paparnya. (Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/mbs)
250x208 250x250