Finance
Jasa Marga Kucurkan Rp1,3 Miliar untuk Pengusaha Kecil Jabar
Rabu, 14 Mei 2008 - 20:17 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 18:07
SULI Akuisisi Wana Kaltim Lestari -
Kamis, 24/07/2008 17:07
BNI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Tol Ciawi - Sukabumi -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Reksadana Baru Cetak Gain Rp90-100 T -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Semester I-2008
Penjualan Bersih Mandom Capai Rp630,1 M -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Rupiah Injak Level Rp9.120 -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Semester I-2008
BCA Cetak Laba Bersih Rp2,4 T -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Jelang Penutupan, IHSG Berlari Kencang -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Semester I-2008
Laba Bersih SOBI Meningkat 110% -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Medco Hapus GDS di Bursa Luxemburg -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Rumor Bursa
Asing Koleksi Saham Indofood
BANDUNG - PT Jasa Marga akan mengucurkan kredit Rp1,3 miliar kepada para pengusaha kecil Jabar sepanjang 2008. Sampai dengan kuartal pertama tahun ini, Jasa Marga Cabang Purbaleunyi telah menyalurkan Rp707 juta kepada 37 pengusaha kecil.
Kepala Sub Bagian Pembiyaan Usaha PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Singgih Susilo menjelaskan, pemberian bantuan ini telah berlangsung sejak 1992. Hingga saat ini Jasa Marga telah memiliki 762 mitra binaan yang tersebar di seluruh wilayah Jabar. Jumlah bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp10,97 miliar.
"Tahun ini kami menargetkan Rp1,3 miliar dan realisasinya sudah Rp707 milliar. Pada tahap pertama ini kami ada 23 pengusaha yang mendapat pinjaman di bawah Rp15 juta dengan total nilai Rp279 juta dan 14 pengusaha yang mendapat bantuan dengan kisaran Rp15 juta-Rp45 juta," jelas Sunggih usai pemberian bantuan secara simbolis di Kantor Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung, Rabu (14/3/2008).
Tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) kredit sempat berada dalam kisaran yang tinggi di sekitar 1992-2000. Saat ini tingkat NPL mulai menunjukkan perbaikan bahkan menurun menjadi 1 persen pada 2007.
"Kami melakukan beberapa upaya berupa pendekatan secara berkala kepada para mitra kami," katanya.
Kepala Bagian Pembinaan Usaha Jasa Marga Sungadi menambahkan, dana kemitraan tersebut berasal dari keuntungan perusahaan. Jasa Marga secara nasional telah mengucurkan Rp137 miliar kepada 9.540 mitra binaan dalam bentuk program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).
Menurut Sungadi, Jasa Marga tidak memiliki fokus khusus terhadap sektor tertentu. Dana yang telah keluar masuk ke berbagai jenis sektor industri. Kendati demikian, bisnis bordir dan konveksi mendominasi kegiatan pembiayaan PKBL di wilayah Jabar.
Ada beberapa syarat yang harus ditempuh pengusaha yang hendak mengajukan bantuan kepada Jasa Marga. Calon penerima harus masuk dalam kategori kelompok usaha kecil yang sudah berdiri minimal selama satu tahun. Di luar tanah dan bangunan, aset perusahaan berkisar Rp200 juta dan omzet tidak lebih dari Rp1 miliar.
"Tambahan lagi, usaha kecil tersebut belum tergolong bankable atau belum tersentuh perbankan. Secara bertahap kami membantu pengembangan usaha tersebut agar dapat berkembang dan memiliki akses ke perbankan," pungkasnya. (Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/mbs)
Kepala Sub Bagian Pembiyaan Usaha PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Singgih Susilo menjelaskan, pemberian bantuan ini telah berlangsung sejak 1992. Hingga saat ini Jasa Marga telah memiliki 762 mitra binaan yang tersebar di seluruh wilayah Jabar. Jumlah bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp10,97 miliar.
"Tahun ini kami menargetkan Rp1,3 miliar dan realisasinya sudah Rp707 milliar. Pada tahap pertama ini kami ada 23 pengusaha yang mendapat pinjaman di bawah Rp15 juta dengan total nilai Rp279 juta dan 14 pengusaha yang mendapat bantuan dengan kisaran Rp15 juta-Rp45 juta," jelas Sunggih usai pemberian bantuan secara simbolis di Kantor Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung, Rabu (14/3/2008).
Tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) kredit sempat berada dalam kisaran yang tinggi di sekitar 1992-2000. Saat ini tingkat NPL mulai menunjukkan perbaikan bahkan menurun menjadi 1 persen pada 2007.
"Kami melakukan beberapa upaya berupa pendekatan secara berkala kepada para mitra kami," katanya.
Kepala Bagian Pembinaan Usaha Jasa Marga Sungadi menambahkan, dana kemitraan tersebut berasal dari keuntungan perusahaan. Jasa Marga secara nasional telah mengucurkan Rp137 miliar kepada 9.540 mitra binaan dalam bentuk program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).
Menurut Sungadi, Jasa Marga tidak memiliki fokus khusus terhadap sektor tertentu. Dana yang telah keluar masuk ke berbagai jenis sektor industri. Kendati demikian, bisnis bordir dan konveksi mendominasi kegiatan pembiayaan PKBL di wilayah Jabar.
Ada beberapa syarat yang harus ditempuh pengusaha yang hendak mengajukan bantuan kepada Jasa Marga. Calon penerima harus masuk dalam kategori kelompok usaha kecil yang sudah berdiri minimal selama satu tahun. Di luar tanah dan bangunan, aset perusahaan berkisar Rp200 juta dan omzet tidak lebih dari Rp1 miliar.
"Tambahan lagi, usaha kecil tersebut belum tergolong bankable atau belum tersentuh perbankan. Secara bertahap kami membantu pengembangan usaha tersebut agar dapat berkembang dan memiliki akses ke perbankan," pungkasnya. (Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/mbs)


