Finance
Kaji Stock Split, PGAS Tunjuk Bahana
Rabu, 14 Mei 2008 - 20:22 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 07:07
Rupiah Jalan di Tempat -
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha

"Kita telah menunjuk Bahana Securities untuk mengkaji rencana stock split itu," kata Direktur Utama PGN Sutikno, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (14/5/2008) malam.
Menurutnya, pengkajian itu tentunya juga melihat pergerakan saham PGAS akhir-akhir ini. Rencana stock split itu ditujukan agar saham PGAS lebih likuid di pasar, karena dia menilai saat ini harga saham PGAS sudah mahal. "Jadi dengan adanya stock split investor kecil dapat membeli saham PGAS," katanya.
Analis Mega Capital Indonesia Felix Sindhunata mengatakan, dengan harga saham PGAS sekarang masih terbilang cukup likuid. Menurutnya sebaiknya besaran ratio stock split tidak terlalu besar, agar harga sahamnya tidak terlalu murah. Pasalnya hal itu bisa menimbulkan over likuid.
"Jika over likuid, membuat saham PGAS tidak menarik," katanya.
Pada perdagangan 14 Mei kemarin, saham PGAS ditutup menguat 600 poin (4,24 persen) ke level 14.740. (Nunung Ahniar/Sindo/hsp)


