Sektor Riil
Medco Holding Incar Pertambangan dan Perkebunan
Kamis, 15 Mei 2008 - 16:29 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 11:08
139 PDAM Dalam Kondisi Sekarat -
Rabu, 27/08/2008 08:08
Harga Baru LNG Tangguh Mulai 2010 -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ekspor Mineral Harus Diatur -
Selasa, 26/08/2008 18:08
Ketua DPR Sayangkan Naiknya Harga LPG -
Selasa, 26/08/2008 16:08
Royalti Batu Bara
Kemacetan Gara-Gara Pasal Peralihan -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Tambahan Insentif Dorong Pertamina Sumbang PNBP -
Selasa, 26/08/2008 15:08
Pemerintah Beri Dana Pembangunan untuk Sumsel -
Selasa, 26/08/2008 15:08
BTN Yakin Kredit Tembus Rp13,5 T -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Pemerintah Usung Pembangunan KTM -
Selasa, 26/08/2008 14:08
Belum ada Keberpihakan Parpol pada Demokratisasi Ekonomi
JAKARTA - Perusahaan milik keluarga Panigoro lainnya, yaitu Medco Holding juga tengah bersiap-siap berekspansi untuk mengelola bisnis di luar sektor energi. Medco Holding itu akan fokus di beberapa bisnis seperti bidang perkebunan dan pertambangan.
Untuk perkebunan yaitu Medco Agro saat ini telah mempunyai 23 ribu hektare kebun kelapa sawit, dengan produksi 60 ton per jam. Sementara untuk bidang pertambangan yaitu Medco Mining saat ini tengah mengincar pertambangan di Sumatra dan Kalimantan.
"Kita masih eksplorasi, kebanyakan tambang batu bara," kata Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro seusai RUPS di Garaha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Menurutnya, dalam Medco Agro, tanaman yang akan diproduksi tidak hanya kelapa sawit, tetapi juga bisa padi organik, kedelai, jagung, dan tebu. Hal itu bertujuan untuk membangun ketahanan pangan Indonesia, dan untuk tebu akan digunakan bahan baku ethanol.
Direktur Medco Holding Yani Panigoro mengatakan investasi awal dari proyek percobaan untuk Medco Agro setidaknya membutuhkan dana USD25 juta-USD30 juta. Sementara untuk akuisisi batu bara membutuhkan dana investasi sekira USD10 juta. (Nunung Ahniar/Sindo/mbs)
Untuk perkebunan yaitu Medco Agro saat ini telah mempunyai 23 ribu hektare kebun kelapa sawit, dengan produksi 60 ton per jam. Sementara untuk bidang pertambangan yaitu Medco Mining saat ini tengah mengincar pertambangan di Sumatra dan Kalimantan.
"Kita masih eksplorasi, kebanyakan tambang batu bara," kata Komisaris Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro seusai RUPS di Garaha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Menurutnya, dalam Medco Agro, tanaman yang akan diproduksi tidak hanya kelapa sawit, tetapi juga bisa padi organik, kedelai, jagung, dan tebu. Hal itu bertujuan untuk membangun ketahanan pangan Indonesia, dan untuk tebu akan digunakan bahan baku ethanol.
Direktur Medco Holding Yani Panigoro mengatakan investasi awal dari proyek percobaan untuk Medco Agro setidaknya membutuhkan dana USD25 juta-USD30 juta. Sementara untuk akuisisi batu bara membutuhkan dana investasi sekira USD10 juta. (Nunung Ahniar/Sindo/mbs)


