Sektor Riil
Mendag: Dampak Kenaikan BBM Tak Seperti 2005
Jum'at, 16 Mei 2008 - 11:19 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

Sebab, para pelaku industri kalangan tersebut sudah tidak membeli harga BBM bersubsidi. Mereka sudah menggunakan harga BBM industri yang harganya sesuai mekanisme pasar internasional.
Demikian kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
"Sehingga lonjakan harga yang terjadi adalah disebabkan biaya transportasi yang naik. Seharusnya tidak sebesar dampaknya pada 2005," ujar Mari.
Sementara, Departemen Perdagangan (Depdag) menyatakan, telah mengantisipasi kenaikan harga-harga yang disebabkan kenaikan biaya transport. Sebab, Depdag sudah berkoordinasi dengan produsen makanan dan minuman, serta asosaisi terkait. (rhs)


