Sektor Riil
Jayadi, Warga Miskin itu Tolak Terima BLT
Sabtu, 17 Mei 2008 - 14:53 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Kehidupan kaum miskin (Foto:Sindo)
Dari sisi kehidupan, bapak tiga anak ini tergolong sangat miskin. Ia yang tinggal dalam rumah berdinding bambu berukuran tiga kali lima meter. Ia warga yang menerima BLT tahun 2005-2006 lalu. Namun untuk tahun ini, Jayadi justru menolak menerima BLT.
Menurutnya, pemerintah sebaiknya tidak usah menaikkan harga BBM, meski kompensasinya adalah pemberian BLT. Ia beranggapan, kenaikan harga BBM dipastikan akan menaikkan harga kebutuhan pokok lainnya. Sementara, kompensasi BLT yang diberikan pemerintah, selalu tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
"Saya tidak setuju dengan program BLT. Saya juga menilai BLT tahun lalu tidak efektif, karena tidak bisa membatu ekonomi warga," jelas Jayadi, di rumahnya, Banyumas, Sabtu, (17/5/2008).
Rumah Jayadi yang beralamat di Desa Kutaliman RT 5 RW I, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas itu tergolong tidak layak huni. Ia menempatkan ayam-ayamnya dalam satu ruang di dalam rumah. Rumah dengan lantai tanah ini terlihat tidak sehat bagi anak-anaknya yang masih kecil.
Tidak ada listrik di rumahnya yang berada di bawah kaki Gunung Slamet ini. Kamar pengap dan sempit. Sedangkan untuk makan, ia selalu mencampur nasi dengan singkong untuk keluarganya. (Saladin Ayyubi/Global/hsp)


