Fiskal & Moneter
Rasio Investasi Atas GDP Turun 10% Per Tahun
Sabtu, 17 Mei 2008 - 10:25 wib
Berita Lainnya

JAKARTA - Dalam 10 tahun terakhir atau pascakrisis ekonomi 1997 rasio pertumbuhan investasi atas gross domestic product (GDP) berkurang 10 persen.

Jumlahnya menjadi rata-rata 20 persen dari sebelum krisis 30 persen. Sedang share pemerintah dan swastanya masing-masing sebesar lima persen dan 16 persen.
 
"Investasi minim telah menyebabkan kita belum bisa meningkatkan penciptaan lapangan kerja formal. Yang ada malah informal. Kalau meningkat, iya. Tetapi pertumbuhannya lambat," ujar Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bambang Widianto, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
 
Menurut Bambang, kondisi ini telah menempatkan Indonesia dalam kurun waktu yang sama sebagai negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tingkat pengangguran terkini Indonesia mencapai 10,4 persen per tahun dengan tingkat pertumbuhan kesempatan kerja terminim 5,7 persen.

Indonesia jauh tertinggal dibanding tingkat pengangguran berbanding pertumbuhan kesempatan kerja Kamboja dan Thailand masing-masing 0,8 persen berbanding 23,3 persen dan 1,7 persen berbanding 10 persen.
 
Dijelaskan Bambang, terdapat empat faktor yang menyebabkan rendahnya investasi dalam negeri. Antara lain, yakni ketidakstabilan kondisi makro ekonomi, buruknya fasilitas infrastruktur, ketidakjelasan kebijakan ekonomi terutama dalam rincian daftar negatif investasi (DNI), dan masih kentalnya korupsi dan pungutan liar yang menambah biaya yang harus dikeluarkan investor. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)
250x208 250x250