Finance
Penyisiran BLT Lanjutan Paling Lambat 1 Bulan
Sabtu, 17 Mei 2008 - 10:16 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 18:07
SULI Akuisisi Wana Kaltim Lestari -
Kamis, 24/07/2008 17:07
BNI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Tol Ciawi - Sukabumi -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Reksadana Baru Cetak Gain Rp90-100 T -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Semester I-2008
Penjualan Bersih Mandom Capai Rp630,1 M -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Rupiah Injak Level Rp9.120 -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Semester I-2008
BCA Cetak Laba Bersih Rp2,4 T -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Jelang Penutupan, IHSG Berlari Kencang -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Semester I-2008
Laba Bersih SOBI Meningkat 110% -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Medco Hapus GDS di Bursa Luxemburg -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Rumor Bursa
Asing Koleksi Saham Indofood

Sehingga, diharapkan masyarakat miskin di seluruh Indonesia bisa segera memperoleh dana itu seiring kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Kita upayakan, setelah diluncurkan di 10 kota besar, itu sudah terdistribusikan di seluruh wilayah lain yang menjadi sasaran dana BLT. Paling lama satu bulan setelah dana itu diluncurkan," ujar Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bambang Widianto, di Gedung Bappenas, Jakarta Jumat (16/5/2008) sore.
Menurut Bambang, wilayah-wilayah sasaran dana BLT setelah 10 kota besar ini mayoritas merupakan daerah dengan tingkat layanan pos tidak terlalu banyak dan kategori daerah terpencil. Padahal, sesuai tugasnya, dana BLT harus dibagikan oleh PT Pos Indonesia (Persero).
Bambang menjelaskan, pilihan terhadap 10 kota besar lokasi pertama peluncuran dana BLT didasarkan pertimbangan kesiapan layanan PT Pos Indonesia (Persero), dukungan pemerintah daerah hingga jajaran perangkat desa (kades/RT/RW), dan tingkat kemiskinan paling banyak.
Di antara kesepuluh kota besar itu adalah Medan, Makassar, Bandung, Jakarta, Palembang, Semarang, dan Surabaya. Dengan terlaksananya hal itu, ungkap dia, pemerintah berharap bisa memberikan dana BLT tahap pada September 2008. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)


