Finance


Jelang Merger Niaga-Lippo

Lippo Akui Tak Bisa Cegah Spekulasi Pasar

Sabtu, 17 Mei 2008 - 12:24 wib
text TEXT SIZE :  
Hadi Suprapto - Okezone
Kantor Bank Lippo (Foto:Aziz Indra/Sindo)

JAKARTA - PT Bank Lippo Tbk (LPBN) mengaku tidak bisa menghindari adanya spekulasi di lantai bursa oleh broker dan investor yang mengharapkan valuasi merger lebih besar.

Harapan ini, seperti harga penawaran (bidding) saham PT Bank International Indonesai Tbk (BNII) saat diakuisisi oleh Maybank. Sehingga, hal ini yang menyebabkan naiknya volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Sampai saat ini kami tidak pernah menerima laporan dari biro administrasi efek yang membeli atau menjual sahamnya di atas lima persen. Kami juga tidak bisa menghindari adanya spekulasi di pasar," kata Direktur Bank Lippo Lim Eng Khim, seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Sabtu (17/5/2008).

Hingga saat ini, kata dia, konsultan merger masih dalam tahap akhir penyelesaian uji kepatutan dan kelayakan. "Dengan demikian, tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat disampaikan perseroan," imbuhnya.

Sekadar diketahui, Khazanah, selaku pemilik 93 pesen saham Bank Lippo memilih menggabungkan usahanya (merger) dengan PT Bank Niaga Tbk (BNGA) dalam rangka memenuhi peraturan kepemilikan tunggal (single present policy/SPP) oleh Bank Indonesia (BI).

Hazanah memiliki saham di Lippo melalui anak usahanya Santubong Investment BV dan Greatville Pte Ltd. Sedangkan pada Bank Niaga, kepemilikan Hazanah melalui Bumiputera-Commerce Holding Bhd (BCHB) sebesar 64 persen. (hsp)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4