Finance
Pengkajian Draft PP Holding BUMN Rampung
Sabtu, 17 Mei 2008 - 12:38 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Rupiah Tembus ke Bawah Rp9.140

"Draft PP BUMN sudah jadi, tapi saya perlu bicara dengan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai finalnya, baru kemudian berbentuk PP. Dan PP itu harus keputusan presiden," jelas Meneg BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Saat ini proses pembicaraan dengan Menkeu, kata dia, masih berjalan sehingga pihak Kementerian BUMN belum mengetahui kapan batas akhir waktu pembahasanya.
Seperti direncanakan, tahun ini kementerian menargetkan pembentukan holding BUMN di sektor perbankan, perkebunan, farmasi dan karya.
"Jadi harus kita pikirkan secara baik-baik, bagaimana supaya holding tersebut tidak menimbulkan masalah, karena yang disatukan kan saham pemerintah. Harus dibawa dulu untuk mendapat persetujuan pemegang saham," paparnya. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


