Finance
IPO Indonesia Power Tunggu Momentum
Sabtu, 17 Mei 2008 - 14:48 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 07:07
Rupiah Jalan di Tempat -
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha

IP mengisyaratkan akan memakai konsultan asing bernama grand swiss boston. "Kita lihat momentum IPO itu, intinya kekuasaan ada di pemegang saham, nanti kita ajukan sendiri di RUPS mendatang," jelas Direktur Utama PT Indonesia Power Tonny Agus Mulyantono di Jakarta.
Tonny, belum mau membeberkan besaran saham yang akan dilepas maupun nominalnya, namun hasil dari perolehan dana dari IPO nanti akan digunakan untuk pengembangan perusahaan.
Indonesia Power pada 2009-2010 mendatang ditargetkan memiliki empat pembangkit dengan total kapasitas sebesar 12 ribu megawatt.
"Tahun ini kapasitas kita 9.000 megawatt, dan hingga dua tahun mendatang kita targetkan mendapatkan tambahan 4.000 megawatt," paparnya.
Lebih lanjut, perusahaan hingga akhir tahun akan melakukan optimalisasi kapasitas dengan menambah kapasitas pembangkit hingga 200 megawatt.
Peningkatan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). "Optimalisasi kapasitas tentunya melalui assesment dulu hidrologinya dan power plannya sendiri, dengan mesin tua kita targetkan terjadi peningkatan 200 megawatt. Kita siapkan investasi USD100 juta untuk tiga unit PLTA ," imbuhnya
Sementara itu Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djendam Gurusinga mengatakan, pihaknya akan mendukung upaya IP untuk meningkatkan kapasitas energinya.
"Kita memang diminta Meneg BUMN untuk mendukung upaya peningkatan kapasitas, tetapi kebutuhan mereka akan kita sesuaikan. Yang pasti penggunaan air tetap kita prioritaskan untuk air minum dan irigasi," imbuhnya.
Saat ini kebutuhan air keseluruhan mencapai 7 miliar kubik pertahun, dari total tersebut sebagian besar digunakan untuk air minum, irigasi dan industri. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)


