ekonomi global
Bush Gagal Rayu Arab Saudi Kendalikan Gas
Sabtu, 17 Mei 2008 - 14:03 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya

RIYADH - Presiden Amerika Serikat George W Bush gagal memenangkan hati Arab Saudi, sebagai produsen minyak terbesar di dunia, untuk meningkatkan produksi minyaknya.

Ini dilakukan Bush demi menekan gas yang ikut terkerek harga minyak yang membumbung tinggi yang mencapai USD127 per barel. Namun, Negeri Paman Sam itu berhasil meyakini Raja Abdullah untuk menambah akselerasi peningkatan produksi minyak sebanyak 300 ribu barel mulai Juni.

Pihak Arab Saudi menolak melakukan hal itu. Karena sebenarnya mereka sudah berusaha meningkatkan produksi minyaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dunia. Sehingga, mereka belum ada niatan lagi untuk melakukannya lagi, karena memang belum ada tuntutan konsumen dunia.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi menyatakan, sebenarnya pihaknya pada 10 Mei lalu, telah memutuskan meningkatkan produksi minyaknya hingga 300 ribu barel per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi minyak AS setelah Venezuela dan Mexico menghentikan pengirimannya.

"Permintaan dan penawaran sedang dalam kondisi seimbang sekarang. Berapa banyak lagi minyak yang harus kami hasilkan untuk memuaskan orang-orang yang selalu memertanyakan kebijakan dan  produksi minyak kami?" ucap al-Naimi dalam konferensi pers, seraya menangkis kritikan dari kongres AS, seperti dikutip dari Associated Press (AP), Sabtu (17/5/2008). (rhs)
250x208 250x250