Sektor Riil
Rencana Kenaikan BBM
Pemerintah Berharap Industri Tak PHK Karyawannya
Senin, 19 Mei 2008 - 16:23 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Buruh tuntut hak normatif (Foto:Sindo)
"Kami akan melakukan antisipasi terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM," kata Menteri Tenaga Kerja Erman Soeparno, kepada wartawan, di kantornya, di Jakarta, Selasa (19/5/2008).
Langkah itu, kata dia, antara lain melakukan koordinasi dengan asosiasi industri, seperti Kadin Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Asosiasi Usaha Padat Karya untuk membicarakan efisiensi supaya tidak terjadi PHK. "Mengenai efisiensinya apa, nanti kita bicarakan," katanya.
Rapat dilakukan sejak pukul 16.00 WIB, di Kantor Menteri Tenaga Kerja. Beberapa undangan sudah tampak hadir, termasuk Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.
Erman berharap, jika perusahaan mengalami kesulitan jangan sampai memotong gaji karyawan. Apalagi jika gajinya sudah kecil, sesuai upah minimum regional (UMR) saja. Kalau yang sudah tinggi, boleh dikurangi bonusnya. Sehingga bisa membuat efisiensi perusahaan.
Sementara itu, menanggapi kemungkinan banyaknya demo menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh buruh, Erman menjawab santai. "Demo tidak dilarang, tapi apakah menyelesaikan masalah? Mending berempuk," imbuhnya.
(hsp)


