Sektor Riil
Pembatasan Penjualan BBM, Omset SPBU Turun
Senin, 19 Mei 2008 - 18:24 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%

Pengisian BBM di SPBU (Foto:Sindo)
Menurut Nanan Suryawan, pengelola SPBU 34/44.115 Garut, setelah adanya pembatasan itu omset penjualannya turun hingga 30 persen dari hari biasa.
"Sebelum ada pembatasan, kami dapat menjual 14 ribu kilo liter (KL) per hari. Namun sekarang bisa terjual 10 ribu KL per hari saja," ujar nya, Senin (19/5/2008).
Penurunan penjualan, lanjut Nanan, juga diakibatkan juga oleh daya beli masyarakat yang menurun karena melonjaknya harga-harga kebutuhan bahan pokok sebelum kenaikan BBM. "Banyak konsumen roda empat yang beralih ke kendaraan roda dua, karena dianggap lebih efisien. Jadi yang dulu membeli 20 liter sekarang hanya 4-5 liter saja, apalagi nanti setelah harga BBM dinaikkan," katanya.
Oleh sebab itu, dia meminta kepada pemerintah untuk menaikan marjin premium dan solar per liternya agar operasional SPBU, tertutupi dengan menurunya omset penjualan. "Sudah hampir 10 tahun marjin premium dan solar, hanya Rp180 per liter, jadi kenaikan pun jangan hanya harga penjualan saja," katanya. (Sigit Zulmunir/Trijaya/hsp)


