Sektor Riil
Ditolak Daerah, BLT Tetap Dikucurkan
Senin, 19 Mei 2008 - 18:47 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%

"Kita tetap akan jalan. Tapi nanti kita akan dialog dengan mereka, karena bagaimanapun juga gubernur punya otoritas," ujar Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bambang Widianto, di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (19/5/2008)
Menurut Bambang, seharusya daerah tidak menolak pendistribusian dana BLT. Pasalnya, dana BLT merupakan program nasional yang diarahkan untuk membantu masyarakat miskin. Dana ini berfungsi sebagai bantalan untuk menopang daya beli mereka ketika harga BBM bersubsidi dinaikan.
"Harusnya ini didukung. Ini kan pengalihan subsidi ke orang miskin, juga sifatnya sementara. Karena ada orang-orang miskin yang membutuhkan, apalagi ketika dinaikan mereka butuh bantalan," papar dia.
Sejumlah daerah telah mengungkapkan penolakannya atas rencana pemerintah memberikan dana BLT untuk rumah tangga miskin (RTM) pada masing-masing daerah. Beberapa di antaranya Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Solo, Blitar, Kediri, Palembang, dan terbaru DKI Jakarta.
Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana mendistribusikan BLT kepada 19,1 juta rumah tangga miskin (RTM) di seluruh Indonesia masing-masing sebesar Rp100 ribu per bulan.
Program ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat setelah pemberlakukan kenaikan harga BBM bersubsidi 20-30 persen pada akhir Mei. Sedang anggarannya sendiri mencapai Rp14,1 triliun.
Rencananya, pemberian BLT tahap pertama akan didistribusikan di 10 kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Jogja, Palembang, Banjarmasin, Makassar, dan Kupang. Kesepuluh daerah ini dinilai paling siap fasilitas pendistribusiannya (layanan PT Pos Indonesia) dan juga dinilai paling banyak jumlah masyarakat miskinnya. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)


