Sektor Riil
Nelayan Cilacap Tolak BLT
Selasa, 20 Mei 2008 - 10:37 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Aktivitas nelayan (Foto:Sindo)
Menurut Sodik, nelayan di Sentolokawat, dirinya bersama nelayan yang lain hingga saat ini belum mendengar adanya keputusan tersebut. Meski BLT akan dikucurkan 23 Mei mendatang.
"Saya sama sekali belum dengar ada dana BLT lagi. Kalau ada, memangnya saya dapat?" tandas Sodik, di Sentolokawat, Cilacap, Selasa (20/5/2008).
Sementara itu, menurut nelayan lain, Rasmin, bila pun dana tersebut dikucurkan bagi para nelayan tidak banyak membantu seiring naiknya harga BBM. "Lebih baik tidak ada BLT. Dana itu tidak banyak membantu bagi nelayan, apalagi BBM ikut naik. Tahun lalu juga banyak nelayan miskin yang tidak dapat", tambah Rasmin.
Saat ini nelayan harus mengeluarkan dana Rp200 ribu untuk sekali melaut. Bila harga BBM naik, pengeluaran mereka akan tambah besar. BLT yang hanya Rp100 ribu per bulan, kata dia, tidak banyak membantu nelayan. (Helmy Firdaus/RCTI/hsp)


