Sektor Riil
Pemkab Banyumas Siap Antisipasi Kenaikan BBM
Selasa, 20 Mei 2008 - 10:53 wib
Berita Lainnya
-
Rabu, 23/07/2008 18:07
Musim Panen, Harga Gula Merosot -
Rabu, 23/07/2008 16:07
BP Migas: Harga LNG Jangan Dipolitisir -
Rabu, 23/07/2008 15:07
Wisatawan Domestik ke Bali Melonjak 30% -
Rabu, 23/07/2008 14:07
Pengiriman Gas Tangguh Dialihkan ke Kogas -
Rabu, 23/07/2008 13:07
PLN: Tak Ada Pemadaman Bergilir di Kaltim -
Rabu, 23/07/2008 09:07
Bunga KPR BTN Akan Naik -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Pengusaha Tak Keberatan TDL Dinaikkan -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25%

Warga miskin (Foto:Sindo)
"'Program ini sudah masuk dalam anggaran APBD 2008. Yang menjadi fokus adalah keluarga miskin karena mereka diprediksi paling terkena langsung dari akibat kenaikan harga BBM,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyumas Rofiq Widadi, di Banyumas, Selasa (20/5/2008).
Pemkab juga memberikan dana bergulir sebesar Rp250 juta yang sifatnya kredit lunak, dengan sasaran masyarakat miskin produktif.
Sementara, di bidang kesehatan juga sudah disiapkan program pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan susu bagi balita kurang gizi dengan anggaran masing-masing Rp81 juta.
Anggaran 90 juta juga disiapkan untuk program stimulan pembuatan sumur gali, serta sarana pembuangan limbah dan plesterisasi keluarga tidak mampu. Pemkab juga sudah menyiapkan dana bantuan perbaikan rumah tak layak huni masing-masing Rp2 juta per rumah.
"Program yang disiapkan ini diharapkan bisa mengurangi beban warga yang tergolong tidak mampu, yang diperkirakan beban hidupnya semakin berat akibat kenaikan harga BBM," ujarnya.
(Saladin Ayyubi/Global/hsp)


