Sektor Riil
Kenaikan BBM, Inflasi Tambah Tak Sampai 2%
Selasa, 20 Mei 2008 - 15:50 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya

Mari Elka Pangestu (Foto:Sindo)
JAKARTA - Tambahan inflasi setelah terjadi kenaikan harga BBM dipastikan tidak akan lebih dari 2 persen. Tambahan inflasi itu lebih rendah dibanding tambahan inflasi usai kenaikan harga BBM sebesar 30 persen pada Maret 2005.

Pasalnya saat terjadi kenaikan BBM pada Maret 2005, pemerintah masih mensubsidi BBM industri.

Mendag Mari Elka Pangestu memaparkan, usai kenaikan BBM pada Maret 2005, pada bulan pertama terjadi tambahan inflasi sebesar 1,95 persen. Selanjutnya 0,5 persen dan 0,3 persen.

"Tambahan inflasinya sekira 2 persen pada 2005. Kalau memakai perhitungan itu, inflasi harusnya lebih rendah. Karena pada 2005 industri masih memperoleh subsidi, sekarang kan industri tidak memperoleh subsidi," kata Mari di Jakarta, Selasa (20/5/2008).

Marie menilai, tambahan inflasi ini berasal dari biaya transportasi. Hal itu karena saat ini harga BBM industri sudah disesuaikan dengan harga BBM internasional.

"Kenaikan lebih kepada biaya transportasi. Tergantung kenaikan biaya angkutannya berapa. Tapi kalau kita lihat keseluruhan, inflasi tidak sampai sebesar 2005," paparnya.

Proyeksi ini telah memperhitungkan kenaikan harga pangan yang telah terjadi. Marie melihat pada bulan April telah terjadi penurunan inflasi global, meski sebelumnya terjadi kenaikan inflasi secara terus menerus. Meski demikian, penurunan ini bukan berarti harga akan kembali pada tingkat awal, yakni pada 2007. (hsp)
250x208 250x250