Sektor Riil
Kenaikan BBM, Inflasi Tambah Tak Sampai 2%
Selasa, 20 Mei 2008 - 15:50 wib
Nuria - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 22/07/2008 19:07
Impor Garam 1,5 Jt Ton -
Selasa, 22/07/2008 19:07
Ketua Kadin: Berharap SKB 5 Menteri Ditunda Agustus -
Selasa, 22/07/2008 17:07
Pertumbuhan Ekspor Perhiasan Ditargetkan 25% -
Selasa, 22/07/2008 14:07
TDL Industri Pasti Tak Naik -
Selasa, 22/07/2008 14:07
Blitar Juara Umum KPPOD Award 2007 -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Ikang Fawzi Calon Ketua DPD REI -
Selasa, 22/07/2008 13:07
Kenaikan Harga Rusunami Maksimal Rp180 Jt -
Selasa, 22/07/2008 12:07
REI Jadi Lokomotif Pembangunan -
Senin, 21/07/2008 19:07
Meneg BUMN: Merpati Dalam Kondisi sulit -
Senin, 21/07/2008 18:07
Industri Makanan dan Minuman Akan Capai 10%

Mari Elka Pangestu (Foto:Sindo)
Pasalnya saat terjadi kenaikan BBM pada Maret 2005, pemerintah masih mensubsidi BBM industri.
Mendag Mari Elka Pangestu memaparkan, usai kenaikan BBM pada Maret 2005, pada bulan pertama terjadi tambahan inflasi sebesar 1,95 persen. Selanjutnya 0,5 persen dan 0,3 persen.
"Tambahan inflasinya sekira 2 persen pada 2005. Kalau memakai perhitungan itu, inflasi harusnya lebih rendah. Karena pada 2005 industri masih memperoleh subsidi, sekarang kan industri tidak memperoleh subsidi," kata Mari di Jakarta, Selasa (20/5/2008).
Marie menilai, tambahan inflasi ini berasal dari biaya transportasi. Hal itu karena saat ini harga BBM industri sudah disesuaikan dengan harga BBM internasional.
"Kenaikan lebih kepada biaya transportasi. Tergantung kenaikan biaya angkutannya berapa. Tapi kalau kita lihat keseluruhan, inflasi tidak sampai sebesar 2005," paparnya.
Proyeksi ini telah memperhitungkan kenaikan harga pangan yang telah terjadi. Marie melihat pada bulan April telah terjadi penurunan inflasi global, meski sebelumnya terjadi kenaikan inflasi secara terus menerus. Meski demikian, penurunan ini bukan berarti harga akan kembali pada tingkat awal, yakni pada 2007. (hsp)


