JAKARTA - Rencana Kementerian Negara BUMN melakukan privatisasi terhadap PT Kimia Farma Tbk, ditentang oleh LBH Kesehatan. Pasalnya, jika privatisasi dilakukan kepada investor asing, secara tidak langsung pemerintah melepas tanggung jawab kesehatan rakyat kepada pihak asing.
"Dengan privatisasi ini, pemerintah mau melepas tanggungjawab atas kesehatan rakyatnya," kata Direktur Eksekutif LBH Kesehatan Iskandar Sitorus di Jakarta, Selasa (20/5/2008).
Sebaiknya, kata Iskandar, pemerintah melakukan penggabungan (merger) atas BUMN di bidang farmasi. "Merger adalah solusi yg terbaik daripada upaya penjualan," pungkasnya.
(Iman Rosidi/Trijaya/hsp)