ekonomi global
Konglomerat Prancis Larikan Asetnya ke Luar Negeri
Selasa, 20 Mei 2008 - 12:52 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Senin, 21/07/2008 14:07
Inggris Hadapi Resesi Tahun Depan -
Senin, 21/07/2008 09:07
Putaran Doha Masih Alot -
Minggu, 20/07/2008 16:07
Negara-Negara Teluk Arab Tertarik Investasi di Negara Lain -
Minggu, 20/07/2008 12:07
ECB Yakinkan Masyarakat Bisa Lewati Inflasi Tinggi -
Sabtu, 19/07/2008 11:07
Citigroup Catat Kerugian USD2,5 M

Demikian seperti dilansir surat kabar Prancis, Le Figaro, yang mengutip laporan panitia anggaran senat Prancis Philippe Marini, di Paris, Selasa (20/5/2008).
Menurut laporan tersebut, angka itu lebih besar sekira 200 orang dari data tahan 2005 yang mencapai sekitar 600-an pembayar pajak.
Ini akibat tarif pajak yang dinilai mahal, sehingga memaksa konglomerat Prancis hijrah ke luar negeri. Seperti yang dilakukan oleh ikon musik rock Prancis, Johnny Halliday. Pajak di Prancis bisa memotong asetnya hingga 770 ribu euro (USD 1,2 juta). Tarif pajak itu masih bisa bertambah, jika usulan Marini yang menyarankan kenaikan batas minimum pajak hingga 1 juta euro menjadi kenyataan.
Marini beralasan bahwa itu dilakukan untuk menunjang perbaikan taraf hidup di negerinya. "Kami butuh orang-orang kaya yang ada di negeri ini untuk melakukan investasi, membuka lapangan kerja, dan kemudian untuk membayar pajak," ucapnya. (hsp)


