Finance
Tanpa Privatisasi KS Tetap Sekuat Baja
Rabu, 21 Mei 2008 - 15:46 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 20:07
Maybank Mandatory Tender Offer -
Kamis, 24/07/2008 18:07
SULI Akuisisi Wana Kaltim Lestari -
Kamis, 24/07/2008 17:07
BNI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Tol Ciawi - Sukabumi -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Reksadana Baru Cetak Gain Rp90-100 T -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Semester I-2008
Penjualan Bersih Mandom Capai Rp630,1 M -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Rupiah Injak Level Rp9.120 -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Semester I-2008
BCA Cetak Laba Bersih Rp2,4 T -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Jelang Penutupan, IHSG Berlari Kencang -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Semester I-2008
Laba Bersih SOBI Meningkat 110% -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Medco Hapus GDS di Bursa Luxemburg

Hal itu diungkapkan dengan optimistis oleh Komisaris Krakatau Stele Zaki Anwar M, dalam diskusi Krakatu Steel: Strategic Sale atau IPO!, di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
"Tanpa startegic partner, KS masih mampu menjalankan ekspansi usaha sendiri. Termasuk seandainya, tanpa IPO. KS masih memiliki kemampuan untuk raising fund dari bank ataupun pasar modal," jelasnya.
Kondisi KS yang sehat itu, lanjut dia, terlihat dari sisi bisnis keuangan KS yang berjalan baik. Contohnya pada 2008 ini, KS menargetkan laba sebesar Rp850 miliar dan itu bisa diraih. Karena, sampai dengan April 2008, KS sudah merealisasikan laba sebesar Rp420 miliar. Jadi, dengan demikian alasan inefesiensi KS yang menyebabkan KS diprivitasisasikan dinilai menjadi tidak terbukti.
Makarim menambahkan, untuk menjalankan rencana strategis yang sudah dicanangkan KS untuk periode 2008-2001 telah dipersiapkan. Total dana yang dibutuhkan keseluruhan mencapai Rp8,612 triliun dan KS telah memiliki sumber dananya.
"Sumber dana itu didapat dari surplus dana operasional, dana pinjaman, atau kalaupun diprivatisasikan bisa diraih dari IPO. KS menolak startegic sales. Bahkan, sudah ada bank asal Jerman yang akan memberikan bantuan pinjaman sebesar USD200 juta," paparnya. (rhs)


