Finance
Harga Minyak Tekan Rupiah
Rabu, 21 Mei 2008 - 16:28 wib
Rani Hardjanti - Okezone
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 18:07
SULI Akuisisi Wana Kaltim Lestari -
Kamis, 24/07/2008 17:07
BNI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Tol Ciawi - Sukabumi -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Reksadana Baru Cetak Gain Rp90-100 T -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Semester I-2008
Penjualan Bersih Mandom Capai Rp630,1 M -
Kamis, 24/07/2008 17:07
Rupiah Injak Level Rp9.120 -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Semester I-2008
BCA Cetak Laba Bersih Rp2,4 T -
Kamis, 24/07/2008 16:07
Jelang Penutupan, IHSG Berlari Kencang -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Semester I-2008
Laba Bersih SOBI Meningkat 110% -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Medco Hapus GDS di Bursa Luxemburg -
Kamis, 24/07/2008 15:07
Rumor Bursa
Asing Koleksi Saham Indofood

Rupiah pada perdagangan Rabu (21/5/2008) bergerak terbatas di kisaran Rp9.290-9.312 per USD, sama seperti perdagangan Senin 19 Mei 2008. Sedangkan, pada penutupan perdagangan sore ini ditutup melemah ke posisi Rp9.295 per USD.
"Ini tidak lain akibat naiknya harga minyak mentah dunia," ujar Head Trading Bank Niaga Emanuel Kurniawan Kriswijayanto, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Kenaikan harga minyak membuat harga BBM menjadi panik. Akibatnya, baik pelaku pasar di pasar keuangan ataupun pelaku pasar di pasar primer. "Masyarakat mengkonversikan rupiah ke dolar Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan impornya," tandas Kurniawan.
Selain BBM, Indeks Dow Jones juga menurun tajam sebanyak 119,480 ke posisi 6.247,200 begitu pula Nikkei yang menurun 233,790 ke posisi 1.3926,3. Akibatnya IHSG ikut terpukul dan melemah. Imbasnya, rupiah menjadi ikut tertekan.
Sementara itu, untuk perdagangan Kamis 22 Mei besok, rupiah diperkirakan masih tidak menunjukkan pergerakan yang berarti terhadap hot currency.
"Rupiah akan bergerak di kisaran Rp9.980-9.320 per USD. Bank Indonesia (BI) akan menjaga rupiah di level Rp9.320 per USD," tutupnya. (rhs)


