Finance
Metrodata Akuisisi Soltius Asia USD6 jt
Rabu, 21 Mei 2008 - 16:45 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 16:08
IHSG Ditutup Berjaya 23 Poin -
Rabu, 27/08/2008 15:08
IBI Bisa Laksanakan Sertifikasi Manajemen Risiko -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Laba Allianz Grup Tergerus Rp71 Miliar -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Allianz Targetkan 100 Rb Nasabah Asuransi Mikro -
Rabu, 27/08/2008 15:08
BNI-KPK Sosialisasikan Tipikor -
Rabu, 27/08/2008 14:08
Pendapatan Premi Allianz Grup Capai Rp1,7 T -
Rabu, 27/08/2008 13:08
Kebijakan Eskalasi Proyek
Departemen PU Tak Mau Dibohongi Pengusaha -
Rabu, 27/08/2008 12:08
BEI Buka Kembali Saham UOB Buana -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Harga Teoritis United Tractors Rp10.300 -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Pembentukan Bursa Asean 5-10 Tahun Lagi

Proses akuisisi tersebut, diharapkan selesai Juli 2008 mendatang. Sedangkan dana akuisi ini, berasal dari Sukuk Ijarah Metrodata I-2008 yang baru diterbitkan.
"Saat ini, marjin laba Soltius sebesar lima persen, sedangkan Metrodata hanya satu persen. Dengan akuisisi ini margin laba Metrodata akan meningkat," kata Presiden Direktur Metrodata Kusnadi Sukarja, di sela paparan publik di Gedung WTC, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Rencana ke depan, untuk mendukung pertumbuhan organik, Metrodata berencana mengembangkan bisnis distribusi dan solusi. Sedangkan untuk nonorganik, perseroan akan mengakuisisi perusahaan dan membuat perusahaan patungan (joint venture). "Nah yang joint venture ini ada beberapa perusahaan asing yang sedang dijajaki," katanya.
Diharapkan semua proses, baik akuisisi maupun pembentukan joint venture diharapkan selesai pada kuartal tiga tahun ini.
Sementara, Metrodata menargetkan sepanjang 2008 ini, mampu mengalami pertumbuhan penjualan hingga 11,11 persen menjadi Rp3 triliun, dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,7 triliun.
Sementara itu, sepanjang kurtal pertama 2008, Metrodata membukukan penjualan sebesar Rp653 miliar, naik 40,21 persen. Kontribusi penjualan, disumbang oleh bisnis solusi sebesar 53 persen dan bisnis distribusi sebesar 47 persen. (hsp)


