Finance
Kasus Karyawan Danamon-BTPN
Kredit Mikro Jangan Jadi Korban
Rabu, 21 Mei 2008 - 17:05 wib
Berita Lainnya
-
Jum'at, 29/08/2008 10:08
Trada Maritime Bertamu di BEI 10 September 2008 -
Jum'at, 29/08/2008 10:08
Saham FREN Kembali di Perdagangakan -
Jum'at, 29/08/2008 09:08
Penjulan Dorong Laba Timah Tumbuh 42,3% -
Jum'at, 29/08/2008 09:08
Laba Bersih Antam Ambles 49% -
Jum'at, 29/08/2008 08:08
Penjualan Indofood Naik 53,8% -
Jum'at, 29/08/2008 08:08
Indeks Saham Mengacu Si Emas Hitam -
Jum'at, 29/08/2008 07:08
Akhir Pekan, Rupiah Bergerak Terbatas -
Kamis, 28/08/2008 16:08
Medco Energi Buy Back 17,7 Juta Saham -
Kamis, 28/08/2008 16:08
Rupiah & IHSG Tampil Kompak -
Kamis, 28/08/2008 16:08
Tender Offer Maybank
Bapepam Abaikan Deadline Bank Indonesia

Anggota Komisi XI Ade Komaruddin mengatakan, bahwa pihaknya senang bila semakin banyak bank yang terjun menggeluti pemberian kredit ke sektor mikro.
"Kalau dilihat bahwa peluang untuk masuk sektor mikro kita sangat besar. Masih ada jutaan usaha mikro yang menanti kucuran kredit dari bank. Jadi jangan sampai kasus ini membuat upaya pemberian kredit kepada mereka terhambat," kata Ade, di Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Sebagaimana diketahui, masalah bajak membajak bankir menjadi pembicaran hangat dikalangan bankir pada pelaksanaan Apconex awal bulan ini.
Bank Danamon mengaku telah kehilangan cukup banyak karyawannya akibat dibajak oleh BTPN. Terakhir, Wadirut Danamon Jos Luhukay mengatakan, jumlah karyawannya yang berpindah mencapai 102 orang. Sementara BTPN membantah bahwa pihaknya melakukan pembajakan. Adapun BTPN mengaku baru merekrut karyawan sebanyak dua puluhan hingga April lalu.
Ade menambahkan bahwa yang menjadi perhatian semua pihak saat ini adalah bagaimana memberikan perhatian sebesar-besarnya terhadap sektor usaha mikro.
"Sangat disayangkan karena ribut-ribut yang seperti ini malahan menyurutkan niat bank untuk masuk ke sektor mikro," tegasnya. (Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)


