Finance
Saham PGAS Sudah Likuid
Rabu, 21 Mei 2008 - 18:44 wib
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 07:07
Rupiah Jalan di Tempat -
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha

Rencananya, perseroan akan melakukan stock split 1:5 dengan alasan untuk melikuidkan perdagangan sahamnya.
"Kalau 1:5 di, di harga Rp14.450, maka jatuhnya Rp3.000 per saham. Sebenarnya tidak terlalu masalah stock split ini, tetapi yang masih kita tunggu adalah berapa saham yang akan dilepas," paparnya, ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Felix justru menghawatirkan, masksud stock split agar saham lebih likuid, pasalnya dengan harga pada kisaran Rp14.450 itu sebenarnya tidak terlalu mahal.
Jika perseroan melihat harga tersebut mahal, Felix justru menyebut harga tersebut belum mahal dan masih berpeluang menembus level Rp18.000 per lembar saham.
"Justru kalau saham itu over likuid nanti malah tidak menarik. Posisi setelah stock split Rp3.000 nanti, untuk naik 1 poin saja cukup berat," imbuhnya. (Setiawan Ananto/Sindo/hsp)


