Finance
Dradjad: Kembangkan Budaya Korporasi di BUMN
Rabu, 21 Mei 2008 - 20:17 wib
Mochammad Wahyudi - Okezone
Berita Lainnya
-
Kamis, 24/07/2008 07:07
Rupiah Jalan di Tempat -
Rabu, 23/07/2008 19:07
CSR Indonesia Terbelakang di Asia -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Pefindo Terbitkan Rating dan Ranking Reksadana -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Perusahaan Tetap CSR Meski Tidak Ada Insentif -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Dua Mantan Kabiro Bapepam Incar Posisi Komut BEI -
Rabu, 23/07/2008 18:07
Revisi Aturan Soal Penjatahan tak Diprioritaskan -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Bapepam Cermati Audit Penjatahan Saham Adaro -
Rabu, 23/07/2008 17:07
Ekadharma Bangun Pabrik Rp64,6 M -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Indeks Masih Seperti Yoyo -
Rabu, 23/07/2008 16:07
Hanson Lepas Saham di Primayudha

Hal ini diperkuat oleh pernyataan anggota DPR dari Fraksi PAN, Dradjat Wibowo. Ia menilai, bahwa KS menjadi faktor penting yang akan menjadikan Indonesia memiliki kekuatan yang dahsyat.
"Jika KS bisa disinergikan dengan industri hulu, seperti PT Antam dan industri hilirnya, seperti PT Pindad, maka Indonesia akan mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa," ucapnya, saat diskusi publik INDEF yang bertajuk Privatisasi Krakatau Steel: Strategic Sale atau IPO di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Ia menambahkan, bahwa yang menjadi alasan sebuah BUMN terkesan menjadi tidak sehat sehingga harus diprivatisasi, lebih dikarenakan belum berkembangnya budaya korporasi dalam BUMN tersebut.
Menurutnya, direksi BUMN harus berani berkata tidak jika ada pejabat kementerian yang datang meminta uang saku sebagai bekal ke luar negeri.
"BUMN harus dikelola dengan professional. Lepaskan semua bentuk intervensi dari suprastruktur politik," tandasnya.
(hsp)


