Sektor Riil
Menperin Imbau Kurangi Beban Buruh
Sabtu, 24 Mei 2008 - 07:24 wib
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 19:08
Program Konversi Minyak Tanah Tersendat -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Asitab Minta Bantuan Wapres Masalah Pertamina -
Selasa, 19/08/2008 18:08
Bangunan Tinggi Perlu Perhatikan Kualitas -
Selasa, 19/08/2008 17:08
Gara-Gara PLN, Mal Rugi Ratusan Miliar -
Selasa, 19/08/2008 17:08
2008-2010, 12 Ribu Karyawan KA Pensiun -
Selasa, 19/08/2008 14:08
2009, Plaza Depperin Pusat Pameran Produk Indonesia -
Selasa, 19/08/2008 13:08
Perajin Cibatu Dilibatkan Olah Komponen Astra -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Royalti Batu Bara
Darmin: Pokoknya Bayar! -
Selasa, 19/08/2008 12:08
Depperin Akan Bangun DDC di 4 Provinsi -
Selasa, 19/08/2008 08:08
Ekspor Teh Akan Capai USD1,8 Juta

Pemerintah juga sedang membicarakan imbauan ini dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia dan serikat kerja. Pengurangan beban, jelasnya, bisa dilakukan dengan menaikkan biaya transportasi dan uang makan.
"Memang hanya industri besar yang bisa melakukan ini, karena yang kecil masih menyesuaikan dengan tekanan lain," ujarnya.
Fahmi menambahkan, terkait kenaikan harga BBM, pemerintah segera menerbitkan beberapa insentif baru bagi dunia usaha.
"Pajak penjualan barang mewah juga akan segera dicabut. Tim tarif sudah setuju tinggal menunggu waktu pencabutan, bulan depan selesai diharapkan," jelas Fahmi.
Dengan adanya insentif ini diharapkan sektor terkait antara lain elektronik, automotif, dan tekstil bisa terus berkembang.
Sedangkan untuk industri kecil dan menengah, menurutnya, pemerintah mengintensifkan program kredit usaha rakyat. "Jadi, kita memberi dukungan kelancaran usaha kecil dalam memperoleh kredit usaha," kata Fahmi. (sindo//rhs)


